Berawal di tahun 1978, Stephen dan Glynis Woolner saling berkirim kartu Natal. Karena kejahilannya Stephen malah mengirim balik kartu Glynis.
Glynis pun tak mau kalah, mengirim balik kartu dari Stephen. Akhirnya malah keterusan saling berkirim kartu yang sama, namun dengan tambahan pesan yang baru tiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa teman mengeluhkan tradisi kami ini dan bilang, 'Ya ampun, kartu yang itu lagi!' Tapi kami sangat menikmatinya. Kalau dia membelikanku kartu yang baru, aku pasti menolaknya," ucap Glynis. (twi/sss)
