Teriak-teriak di Rumah Warga, Praja IPDN Teler Diamankan Polisi

Teriak-teriak di Rumah Warga, Praja IPDN Teler Diamankan Polisi

- detikNews
Jumat, 21 Des 2007 13:12 WIB
Sumedang - Praja IPDN tampaknya belum kapok-kapok mengganggu ketentraman warga di sekitar kampus IPDN. Seorang praja asal Papua bernama Ray diamankan Polisi Jatinangor. Dia berteriak-teriak di kos-kosan temannya dalam keadaan teler.

Peristiwa ini berawal saat Ray mendatangi kosan temannya sesama praja IPDN di Desa Cibeusi Rt 003/10 yang berbatasan dengan Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, pada Jumat (21/12/2007), sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurut seorang warga bernama Agus, Ray menggedor-gedor pintu gerbang kosan sambil teriak-teriak. Namun ulahnya itu dicuekin oleh penghuni kosan. Kemudian Ray pergi entah ke mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pada pukul 07.00 WIB, Ray kembali datang. Namun kehadirannya tetap tidak digubris. Ray kemudian pergi, dan balik lagi ke kosan itu pada pukul 10.00 WIB.

Warga sekitar merasa terganggu dengan ulah Ray tersebut. Warga kemudian menuyuruh Ray untuk pergi. Namun hal itu tidak dipedulikannya.

"Saya tanya, mau apa dia datang? Dia bilang mau cari HP-nya yang hilang. Saya suruh dia pergi," tutur Ketua RW 01 Desa Cipacing, Mohammad Komara.

Saat itu warga sudah mulai berkumpul dan mengepung Ray. Kemudian datang anggota Polsek Jatinangor. Melihat polisi datang, Ray mengambil jurus langkah seribu ke arahย  pemakaman Cibeusi. Door! Polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan satu kali ke atas.

Menurut Agus, Ray sempat bersembunyi di pemakaman. Namun terlihat oleh warga danย  dilaporkan pada anggota polisi yang mengejar. Akhirnya dia berhasil dibekuk dan diamankan di Polsek Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Menurut Komara, ulah Ray yang meresahkan ini sebelumnya pernah terjadi sekitar empat bulan lalu.

"Dia dulu kosan di Cibeusi dan sering mabuk-mabukkan dan berkelahi. Bahkan sempat menantang warga sambil membawa samurai. Karena resah, akhirnya warga mengusirnya," ujar Komara.

Sementara dihubungi melalui telepon, Ketua Komisi Disiplin IPDN Burhanudin Dalil mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

"Saya sedang cuti, lagi berada di Jakarta. Para pejabat juga tidak ada, karena sedang libur panjang. Nanti saya cek," katanya.

Hingga pukul 12.45 WIB, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Belum diketahui nama lengkap praja asal Papua tersebut serta tingkatannya.

Berdasarkan pantauan detikcom di Polsek Jatinangor, di ruang Reskrim terlihat seorang pria papua berkepala pelontos berusia sekitar 22 tahun diperiksa.
(ern/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads