Saat ditemukan, bom sepanjang 1,5 meter berdiameter 40 cm itu dalam posisi menancap di lumpur sungai. Awalnya mereka tidak tahu kalau benda tersebut adalah bom, karena yang terlihat hanya bagian ekornya.
"Tapi setelah kami bersihkan sekelilingnya, kok bentuknya seperti rudal. Saya dan Paijo mencoba mengangkatnya, tapi tidak kuat. Akhirnya kami melapor ke polisi setelah saya menggambar bentuk benda itu," kata Rendi.
Β
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti aparat. Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Surakarta dibantu petugas Polsek Nguter, Jumat (21/12/2007) melakukan evakuasi terhadap benda tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang anggota tim Jihandak yang enggan disebut namanya menyatakan, bom tersebut mungkin masih aktif.
"Dilihat dari bentuk dan kondisinya yang sudah dipenuhi karat, bom diperkirakan berasal dari masa Perang Dunia II. Kemungkinan masih aktif. Tapi untuk kepastiannya akan kami teliti lagi. Prioritasnya kami amankan dulu, karena posisinya persis di bawah jembatan Nguter," ujarnya. (sss/ana)











































