"Saya tidak akan melayani perdebatan itu, karena angka itu keluar dari lembaga resmi, bukan ngarang sendiri. Saya tidak punya perangkat untuk mengarang," cetus kata Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto.
Hal itu disampaikan dia di sela-sela acara bakti sosial dalam rangka HUT ke-1 Partai Hanura di Jl Kebon Pala I, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (21/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data Bank Dunia, lanjut dia, sekitar 49 persen masyarakat Indonesia masih hidup dengan 2 dolar AS per hari.
"Maka Bank Dunia tahun 2007 ada penurunan sedikit menjadi 45 koma sekian persen," ujar dia.
Wiranto menuturkan, sejak dulu di Indonesia terdapat dua angka kemiskinan yang berbeda, yaitu dari lembaga resmi internasional Bank Dunia dan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Perbandingannya banyak yang mampu. Kalau data BPS lebih banyak lagi yang mampu. Nah, mengapa kita tidak bisa mengangkat yang tidak mampu ini menjadi mampu agar tidak miskin lagi," cetusnya.
Aksi nyata untuk menanggulangi kemiskinan, menurut Wiranto, lebih penting daripada memperdebatkan perbedaan angka kemisikinan.
"Saya dalam iklan tidak menyinggung masalah politik dan tidak menjelek-jelekkan. Saya melihat fakta setelah berkeliling di 30 provinsi," tandasnya. (ptr/sss)











































