Empat Pesan Stockholm untuk Pemerintah

Laporan dari Stockholm

Empat Pesan Stockholm untuk Pemerintah

- detikNews
Kamis, 20 Des 2007 21:18 WIB
Stockholm - Dialog antaragama adalah hal penting dan perlu terus dilakukan di Indonesia. Dialog juga sebaiknya tidak hanya mengikutsertakan para pemuka agama, tetapi juga masyarakat di tingkatan grass root (akar rumput), agar diseminasi pemahaman terhadap perbedaan makin meluas.

Demikian salah satu dari empat butir seruan kepada pemerintah pusat yang dihasilkan dari dialog antarkeyakinan di KBRI Stockholm oleh empat wakil kelompok masyarakat Indonesia di negeri itu pada 18/12/2007 lalu.

Dialog digelar setelah timbul beberapa posting di milis Rumah Indonesia, yakni milis masyarakat Indonesia di Swedia, mengenai kasus penutupan salah satu rumah ibadah di Jakarta akhir November lalu. Posting itu kemudian memancing perdebatan serius di antara masyarakat Indonesia di Swedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada butir kedua disebutkan bahwa perbedaan justru berpotensi mempersatukan bangsa Indonesia dan bukan penyebab konflik. Untuk itu setiap konflik antaragama harus dicermati secara jernih dan dikaji mendalam, agar bisa ditemukan akar permasalahan yang sesungguhnya, sehingga masyarakat tidak lagi mudah terpancing dan terprovokasi untuk melakukan tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Ketiga, pemerintah dihimbau harus berani mengambil tindakan tegas dalam menegakkan hukum, walaupun kekebasan beragama dijamin oleh konstitusi dan UUD 1945.

Keempat, adanya dialog antaragama di Stockholm adalah indikasi dari semangat dan komitmen bersama untuk turut berkontribusi dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi kehidupan masyarakat Indonesia di tanah air dan di luar negeri.
(es/es)


Berita Terkait