Hal itu disampaikan Prof. Dr. dr. H.M. Taufiq S. Boesoire, Msc, SP, THT dalam khotbah Idul Adha di KBRI Brussel, Belgia, 19/12/2007.
Menurut Taufik, yang dimaksud menahan diri itu adalah tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Termasuk di dalamnya menahan egoisme dalam diri yang merupakan bagian dari toleransi agar tercipta sebuah keharmonisan dalam masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksanaan shalat Idul Adha tersebut berlangsung di aula KBRI, Jalan Avenue de Tervuren 294, Brussel, diikuti masyarakat dan staf diplomat Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Temperatur udara sudah menukik ke 20Celcius.
Dubes ketiga negara ASEAN untuk Uni Eropa hadir berdampingan, Nadjib Riphat Kesoema (Indonesia, tuan rumah), Dato Mohamad Kamal Yahya (Malaysia), Pengiran Alihasyim Pengiran Yussof (Brunei Darussalam). Mereka seperti ingin menegaskan bahwa semangat ASEAN tidak terpengaruh wacana kebudayaan yang sempat menghangat beberapa waktu belakangan.
Seusai salat dilanjutkan acara ramah tamah. Menjelang tengah hari masyarakat bubar kembali ke kantor masing-masing mengingat salat id tidak diselenggarakan pada hari libur setempat. KBRI Brussel tidak libur, kantor kembali berjalan seperti biasa.
(es/es)











































