Toleransi Bagian dari Berkurban

Laporan dari Brussel

Toleransi Bagian dari Berkurban

- detikNews
Kamis, 20 Des 2007 18:16 WIB
Brussel - Semangat berkurban sebagai esensi peringatan Idul Adha tidak hanya berupa pengorbanan harta, waktu, pikiran tapi juga berwujud dengan kemampuan kita menahan diri.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. dr. H.M. Taufiq S. Boesoire, Msc, SP, THT dalam khotbah Idul Adha di KBRI Brussel, Belgia, 19/12/2007.

Menurut Taufik, yang dimaksud menahan diri itu adalah tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Termasuk di dalamnya menahan egoisme dalam diri yang merupakan bagian dari toleransi agar tercipta sebuah keharmonisan dalam masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Toleransi adalah bentuk pengorbanan atas egoisme kita," demikian Taufik seperti dituturkan Korfungsi Infososbud PLE Priatna melalui telepon kepada detikcom hari ini.

Pelaksanaan shalat Idul Adha tersebut berlangsung di aula KBRI, Jalan Avenue de Tervuren 294, Brussel, diikuti masyarakat dan staf diplomat Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Temperatur udara sudah menukik ke 20Celcius.

Dubes ketiga negara ASEAN untuk Uni Eropa hadir berdampingan, Nadjib Riphat Kesoema (Indonesia, tuan rumah), Dato Mohamad Kamal Yahya (Malaysia), Pengiran Alihasyim Pengiran Yussof (Brunei Darussalam). Mereka seperti ingin menegaskan bahwa semangat ASEAN tidak terpengaruh wacana kebudayaan yang sempat menghangat beberapa waktu belakangan.

Seusai salat dilanjutkan acara ramah tamah. Menjelang tengah hari masyarakat bubar kembali ke kantor masing-masing mengingat salat id tidak diselenggarakan pada hari libur setempat. KBRI Brussel tidak libur, kantor kembali berjalan seperti biasa.
(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads