"Saat ini, aku duduk di mejaku menanti seseorang yang memelukku dan membuatku tetap kuat dan menatap ke depan dengan kepala tegak. Saat ini adalah saat yang paling berbahaya. Suamiku merencanakan kecelakaan pada mobilku. Rem blong atau kecelakaan serius yang bisa melancarkan rencana pernikahannya dengan Tiggy. Camila bukan apa-apa selain hanya sebagai umpan. Jadi kita dibohongi oleh mulut manis pria itu."
Begitulah sepenggal tulisan Diana dalam sebuah catatan yang dikirimkannya kepada pelayannya, Paul Burrel. Siapa Tiggy yang dimaksud dalam tulisan Diana? Dia adalah pengasuh Harry, Tiggy Legge-Bourke.
Surat yang sama sekali tak disensor tersebut dibacakan dalam pengadilan di London. Menurut keterangan, Diana mengirimkan surat tersebut pada Oktober 1993, 10 bulan setelah perpisahan Diana dan Charles diumumkan.
Entah siapa yang memberitahu Diana tentang rencana pembunuhannya itu. Namun Ibu Pangeran William dan Harry itu sempat mengungkapkan keyakinannya itu kepada Lord Mishcon.
Mishcon adalah pengacara keluarga kerajaan. Dia menyimpan rahasia perbincangannya dengan Diana selama 2 tahun. Ketika Diana dinyatakan tewas pada kecelakaan mobil di Paris, Prancis, barulah pengacara yang sudah meninggal pada tahun 2006 itu membongkarnya.
Menurut Mishcon, Tiggy hamil dan melakukan aborsi. Diana mengaku bisa mendapatkan keterangan medis untuk membuktikannya.
Saat ini Tiggy berusia 42 tahun sebagai istri dari Alexandra Pettifier. Dia membuka usaha di South Wales. Namun pada persidangan itu pula keaslian surat tersebut disangsikan. Lucia Flecha de Lima, teman dekat Diana, yakin Burrel telah memalsukan tulisan Diana.
"Saya tidak percaya. Saya tidak percaya Diana takut pada hidupnya, terutama pada Pangeran Charles, calon raja dari negeri ini," kata Lucia di ruang sidang.
Debbie Gribble, bekas pramugari di kapal pesiar milik Al Fayed juga membeberkan hal yang mendukung ketidakpercayaan Lucia. Dia menceritakan betapa berbahayanya disopiri oleh Henri Paul, sopir yang ikut tewas dalam kecelakaan 31 Agustus 1997.
"Saya ingat suatu saat ketika disetiri olehnya. Sangat cepat dan tak terkontrol. Aku sangat takut duduk di belakang," katanya.
"Paul menyetir seperti seorang maniak," kata Myriah Daniels, seorang teman Diana.
(ana/sss)











































