Ratusan orang jamaah haji asal Indonesia itu terlihat mabit (bermalam) hanya dengan duduk-duduk di pinggir jalan di perbatasan Mina dekat jamarat. Mereka menanggung sendiri kebutuhan makannya. Selain jamaah haji Indonesia, juga banyak terlihat banyak jamaah haji dari negara lain melakukan hal ini.
"Yang penting separuh malam di area Mina terus nanti kembali ke pemondokan di Aziziah. Pagi nanti lempar jumroh, kembali ke pondokan. Sorenya seperti ini lagi," kata Trubus, jamaah asal Mojokerto, Rabu (19/12/2007) malam waktu Mina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan hingga pukul 23.00, ada jamaah haji yang belum kembali ke Maktab. Padahal, jamaah tersebut pergi ke jamarat sejak pukul 10.00 untuk melempar jumrah aqabah.
Ketua PPIH Nursamad Kamba meminta masalah ini disampaikan kepada Kadaker Makkah yang menjadi penanggung jawab Mina, Wardhani Muchsin. Namun, saat dikonfirmasi, Wardhani mengatakan seharusnya jamaah tidak bingung karena di mulut terowongan, ada bendera Indonesia.Namun, pemantauan detikcom, bendera Merah Putih tidak terlihat di terowongan 5. Hingga saat ini, proses pelemparan jumrah masih berlangsung lancar. Tidak ada insiden yang berarti. (mbr/asy)











































