Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia dari 6 hingga 12 Oktober 2026 masih didominasi kondisi kering. Meski demikian, hujan lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah.
Kondisi kering tersebut ditandai dengan masih berlangsungnya hari tanpa hujan (HTH) panjang hingga ekstrem panjang di sejumlah wilayah. Tercatat 1.869 titik masuk kategori HTH ekstrem panjang.
Kondisi ini juga membuat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai. BMKG mencatat titik panas atau hotspot masih terpantau tinggi di sejumlah wilayah.
Sebanyak 261 titik panas terdeteksi di Sumatera, 212 titik di Kalimantan, serta 229 titik di wilayah Papua dan Maluku.
BMKG menyebut kondisi kering dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan uap air. Fenomena El Nino yang masih sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut membatasi suplai uap air ke wilayah Indonesia.
Pada dasarian I Oktober, sekitar 79,66 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan dalam kategori rendah.
Meski kondisi kering masih dominan, masyarakat tetap diminta tidak lengah terhadap potensi hujan lebat lokal. Hujan dapat terjadi secara setempat sehingga kondisi cuaca antardaerah maupun antarwaktu dapat berbeda.
Musim Hujan Diprediksi Mulai November
Sebelumnya, BMKG mengungkap prediksi musim hujan 2026. BMKG memprediksi awal musim hujan di Indonesia terjadi pada November 2026.
"Awal musim hujan 2026 2027 terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim 24,66% luas daratan Indonesia," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).
Kemudian, musim hujan berlanjut di periode Desember. Sebanyak 17,31% wilayah Indonesia akan diguyur hujan.
"Musim hujan pada periode Desember 2026 yaitu sebanyak 266 zona musim atau 17,31% luas daratan Indonesia," lanjutnya.
Musim hujan, jelas Faisal, akan datang lebih lambat di sebagian wilayah Indonesia. "Awal musim hujan di sebagian wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu di 529 zona atau 61,08% luas daratan Indonesia," kata Faisal.
BMKG Rilis Peta Awal Musim Hujan
Berdasarkan unggahan media sosial BMKG, Jumat (2/10/2026), awal musim hujan mulai terjadi pada November dan Desember secara bertahap. Sebanyak 24,66% wilayah di Indonesia diprakirakan sudah memasuki awal musim hujan pada November.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Sebagian Sumatera
- Sebagian Jawa
- Sebagian Kalimantan
- Sebagian Bali
- Sebagian NTB
- Sebagian kecil NTT
- Sebagian Sulawesi
- Sebagian Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Papua Barat bagian utara dan
- Sebagian Papua Selatan
Memasuki Desember, sebanyak 17,31% wilayah Indonesia disusul memasuki awal musim hujan, mencakup:
- Sebagian Lampung
- Sebagian besar Jawa
- Sebagian Kalimantan Selatan
- Sebagian besar Bali
- Sebagian besar NTB
- Sebagian besar NTT
- Sebagian besar Sulawesi
- Sebagian Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Papua Selatan bagian selatan
BMKG juga memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 yang terkonsentrasi pada tiga bulan utama, yaitu Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027:
Sebanyak 36,94% wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026, meliputi:
- Sebagian besar Sumatera
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebagian Sulawesi Utara
- Pesisir selatan Gorontalo
- Sebagian kecil Sulawesi Tengah
- Sebagian besar Sulawesi Barat
- Sebagian kecil Maluku
- Papua Barat Daya bagian barat
- Sebagian kecil Papua Barat
- Papua bagian utara
- Papua Tengah bagian timur
- Papua Selatan bagian barat
Puncak musim hujan meluas ke 25,68% wilayah Indonesia pada Januari 2027, yaitu di wilayah:
- Riau bagian selatan
- Kep. Riau bagian tengah
- sebagian kecil Jambi
- Bengkulu bagian utara
- Kep. Bangka Belitung,
- Sumatera Selatan bagian barat
- Lampung bagian utara
- Sebagian Jawa
- Bali bagian tengah
- NTB bagian barat
- Sebagian NTT
- Sebagian Kalimantan Barat
- Sebagian besar Kalimantan Tengah
- Sebagian kecil Kalimantan Timur
- Sebagian Kalimantan Selatan
- Sebagian Sulawesi
- Sebagian kecil Maluku Utara
- Maluku bagian barat
- Sebagian Pulau Papua
Sebanyak 16,79% wilayah memasuki puncak musim hujan pada Februari 2027, meliputi:
- Lampung bagian tengah
- Sebagian besar Jawa
- Sebagian besar Bali
- Sebagian NTB
- Sebagian besar NTT
- Sulawesi Barat bagian selatan
- Sebagian Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara bagian selatan
- Sebagian Maluku
- Sebagian besar Pulau Papua
Saksikan informasi selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Rabu (7/10/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.
"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"
(vrs/vrs)