Revitalisasi Blok M Ditargetkan Rampung 2029, Ini 5 Transformasinya

Revitalisasi Blok M Ditargetkan Rampung 2029, Ini 5 Transformasinya

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Selasa, 06 Okt 2026 17:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate. Ini 5 konsep transformasi Blok M. (Belia/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate. Ini 5 konsep transformasi Blok M. (Belia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate. Kawasan Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan yang lebih modern dan terintegrasi.

Peluncuran konsep transformasi tersebut dilakukan Pramono di Blok M pada Selasa (6/10/2026). Dia mengatakan pembenahan Blok M akan memberikan warna baru bagi wajah Jakarta ke depan.

"Saya betul-betul berkeinginan bahwa walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, lebih tertata, tetapi saya berharap bahwa Blok M tidak kehilangan ruh utamanya," kata Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pramono, Blok M selama ini memiliki karakter yang kuat. Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat berkumpul anak muda, mencari makanan, hingga berbagai hal yang sedang viral.

ADVERTISEMENT

"Orang mengatakan Blok M ini menjadi 'Negara Blok M'. Sehingga dengan demikian, itulah yang menjadi kekuatan utama," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan revitalisasi dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan di kawasan Blok M. Salah satunya terkait usia bangunan Blok M yang kini telah mencapai 34 tahun.

"Usia bangunan Blok M saat ini telah mencapai 34 tahun. Menurut kami, ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini," kata Tuhiyat saat peluncuran konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate di Blok M, Jakarta Selatan.

Di sisi lain, Blok M saat ini masih menjadi salah satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat. Tuhiyat menyebut terdapat ratusan tenant aktif dan puluhan ribu pengunjung setiap harinya.

"Ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini," ujarnya.

5 Transformasi Blok M

Tuhiyat mengatakan terdapat lima transformasi utama yang disiapkan dalam revitalisasi Blok M. Transformasi pertama yaitu terminal. MRT Jakarta akan mengubah terminal Blok M menjadi terminal yang lebih modern dan terintegrasi.

"Transformasi yang pertama yaitu revitalisasi terminal. Terminal akan kami jadikan dalam bentuk yang modern dan terintegrasi," jelasnya.

Transformasi kedua berupa pengembangan kawasan mixed use. Blok M nantinya dikembangkan sebagai kawasan yang mudah diakses, inklusif, dan dinamis.

Tuhiyat menyebut pengembangan tersebut menjadi bagian dari konsep kawasan Blok M ASEAN.

"Transformasi yang kedua adalah pengembangan mixed use di mana kawasan ini adalah kawasan Blok M ASEAN yang nantinya akan sangat accessible, inklusif, dan dinamis," katanya.

Transformasi ketiga berkaitan dengan aksesibilitas dan integrasi kawasan. MRT Jakarta akan membuat kawasan Blok M lebih terhubung, baik antar moda transportasi maupun antarfungsi bagi pejalan kaki.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya dengan lebih mudah serta memiliki akses pedestrian yang lebih baik.

Transformasi keempat berupa pengembangan destinasi komersial baru. Nantinya, kawasan Blok M akan dilengkapi berbagai fasilitas retail, makanan dan minuman (F&B), lifestyle, hingga ruang publik.

"Yang keempat, transformasi dalam bentuk destinasi komersial yang baru di mana nanti akan ada berbagai retail, F&B, lifestyle, dan ruang publik dalam satu kawasan," ungkapnya.

Transformasi terakhir adalah penambahan ruang terbuka publik. Area tersebut akan dibuat lebih hijau, aktif, dan nyaman untuk masyarakat berinteraksi maupun beraktivitas.

"Ruang terbuka publik yang akan lebih hijau, aktif, nyaman untuk berinteraksi dan beraktivitas," katanya.

Tuhiyat mengatakan luas kawasan Blok M nantinya akan berkembang secara signifikan. Total kawasan disebut akan menjadi 10 kali lebih besar, sedangkan ruang terbuka publik akan menjadi lima kali lebih besar dibandingkan kondisi saat ini.

"Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya, secara total sepuluh kali lebih besar dari yang ada," jelasnya.

Revitalisasi Blok M akan dilakukan secara bertahap. MRT Jakarta menargetkan terminal, kawasan retail, dan podium dapat selesai serta mulai beroperasi pada 2029. Sementara itu, pengembangan kawasan mixed use akan dilanjutkan secara bertahap setelahnya.

"Terminal dan kawasan retail serta podium kami targetkan akan selesai dan beroperasi di tahun 2029. Sementara untuk mixed use secara bertahap akan diselesaikan pada tahun berikutnya," imbuhnya.

Halaman 2 dari 2
(bel/jbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini