Ada Bau Menyengat, Lansia Ditemukan Tewas dalam Kontrakan di Bogor

Ada Bau Menyengat, Lansia Ditemukan Tewas dalam Kontrakan di Bogor

Muchamad Sholihin - detikNews
Selasa, 06 Okt 2026 13:08 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi Mayat (Foto: Dok. detikcom)
Bogor -

Seorang pria berinisial SU (65) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan di Ciseeng, Kabupaten Bogor. Korban merupakan seorang sopir angkutan dan diduga sudah meninggal lebih dari satu hari.

"Penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam sebuah kontrakan. Korban atas nama SU (65), pekerjaan sehari-hari sopir," kata Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik kontrakan bernama Iswadi (44) sekitar pukul 05.40 WIB. Iswadi curiga lantaran mencium bau tidak sedap dan melihat cairan keluar dari dalam kontrakan. Iswadi sempat mencoba memanggil korban, tetapi tidak mendapat respons.

"Merasa curiga, saksi Iswadi kemudian mengetuk pintu dan memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Kemudian Iswadi memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi," kata Maman.

ADVERTISEMENT

"Bersama anak korban atas nama Asep Faisal (30), saksi Iswadi kemudian membuka paksa pintu kontrakan. Setelah pintu terbuka, keduanya mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertelungkup," imbuhnya.

Petugas Polsek Parung yang mendapat laporan kemudian mendatangi lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, dan mengevakuasi jenazah. Dari hasil pemeriksaan awal, kata Maman, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

"Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan dan mengeluarkan cairan berwarna gelap. Pada pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka akibat kekerasan," jelas Maman.

Maman menyebut pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah, yang dituangkan dalam surat pernyataan. Maman menyatakan belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena harus mengacu pada pemeriksaan tim medis.

"Berdasarkan pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan indikasi adanya kekerasan terhadap korban. Namun demikian, penyebab pasti meninggalnya korban tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan dugaan keluarga dan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan medis yang tersedia," tegas Maman.

Lihat juga Video: ART Bunuh Profesor Lansia di Sukabumi, Ditangkap di Makassar

Halaman 2 dari 2
(sol/isa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini