Kali ini, jutaan kondom seberat 26 ton disita aparat BC Tanjung Priok. Diduga kondom ini produk gagal hasil uji laboratorium di Vietnam.
"Karena barang tersebut rusak kemudian di impor ke Indonesia," kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Heru Sulastyono di pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Rabu (19/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Importirnya sama dengan importir bermasalah dari Jerman, PT Rubber and Rubber tech. Kini, kondom-kondom reject tersebut akan diperiksa Tim Puslabfor Mabes Polri untuk memastikan apakah ada bakteri paktogennya.
"Temuan baru ini merupakan pengembangan temuan kondom sebelumnya," terang Heru.
Saat ini kontainer yang berisi jutaan kondom bermasalah baru tersebut teronggok bersebelahan dengan kontainer kondom bekas.
(asp/ana)











































