Massa Front Mahasiswa Nasional (FMN) yang berjumlah sekitar 10 orang, memulai aksinya sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka menggelar longmarch dari kampus Universitas Sumatera Utara (USU) di Jl. Dr Mansyur dengan tujuan Istana Maimun di Jl. Brigjen Katamso yang menjadi tempat acara Presiden SBY berikutnya setelah mengikuti Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Lapangan Merdeka.
Nah, saat berjalan melewati simpang Bandara Polonia di Jalan Juanda Medan, yang berjarak sekitar satu kilometer dari Istana Maimun, gerak massa dihadang polisi. Karena tidak diizinkan jalan, massa kemudian berorasi tentang tuntutannya agar SBY merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak dibiarkan begitu saja, belasan polisi dari Poltabes Medan kemudian menangkapi para mahasiswa. Dua orang mahasiswa sempat digotong polisi karena menolak ditangkap. Sementara yang lainnya berjalan santai masuk ke truk polisi.
"Hidup mahasiswa," teriak salah seorang mahasiswa dari atas truk yang melaju membawa mereka menuju Poltabes Medan di Jl. HM Said Medan.
Sebelumnya polisi juga membubarkan aksi para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan mengamankan 4 mahasiswa dan kini juga diperiksa di Poltabes Medan.
(rul/djo)











































