Rp 4000/Liter, Minyak Tanah Langka di Kota Ambon

Rp 4000/Liter, Minyak Tanah Langka di Kota Ambon

- detikNews
Rabu, 19 Des 2007 13:59 WIB
Ambon - Kondisi Kota Ambon menjelang Idul Adha, Natal, serta Tahun baru relatif aman. Tidak ada pengamanan khusus yang dilakukan aparat keamanan hingga siang tadi. Namun warga setempat kesulitan mendapat minyak tanah.

Padahal dua hari sebelumnya terjadi teror bom di samping Gereja Maranatha, Ambon. Gereja Maranatha menjadi lokasi puncak kegiatan Natal pada tanggal 25 Desember 2007 nanti.

Kendati pengamanan hingga siang tadi belum diperketat, namun kesiapan aparat keamanan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan sebelumnya telah dilakukan. Sejumlah titik rawan yang menurut perkiraan aparat keamanan, sudah dilokalisasi. Namun lokasi mana yang dianggap rawan, tidak disampaikan aparat keamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas perkantoran mulai diliburkan sejak hari ini hingga tanggal 27 Desember 2007 mendatang. Setelah itu, kantor-kantor pemerintah akan diliburkan lagi hingga tanggal 6 Januari 2007 mendatang. Tidak diketahui apa dasar keputusan pemerintah itu, yang pasti kondisi ini bakal mengganggu pelayanan publik.  

Sementara itu aktivitas ekonomi masyarakat juga tidak berbeda seperti hari-hari sebelumnya. Pusat-pusat keramaian seperti pasar dan Ambon Plaza terus dipadati masyarakat. Jelang hari-hari besar keagamaan itu, harga-harga juga terus merangkak naik.

Kenaikan harga yang paling terasa adalah minyak tanah. Kelangkaan minyak terjadi di Ambon sejak satu bulan terakhir. Kelangkaan tersebut menyebabkan harga melambung tinggi. Dari HET yang sebelumnya hanya sebesar Rp 2000 per liter, naik menjadi Rpm 4000 sampai Rp 5000 per liter.

Untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina belum juga melakukan operasi pasar. Padahal kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar yang satu ini terus meningkat jelang hari-hari besar keagamaan.  Di beberapa lokasi di Kota Ambon bahkan tidak ditemukan minyak tanah.

Untuk mendapatkan minyak tanah, terpaksa dilakukan sistem penjatahan. Warga hanya dijatahi 5 liter per hari. Ini dilakukan agen-agen minyak tanah karena tingginya permintaan masyarakat.

"Kami sangat kesulitan sekali mendapatkan minyak tanah," ungkap Ny Natalia warga Batu Gajah, Kota Ambon. (han/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini