"Hampir setiap hari ada saja teman yang mengirim SMS peringatan. Awalnya sih saya tanggapi biasa-biasa saja. Tapi, lama-kelamaan saya jadi takut juga," ujar Maizi Epizal (35) warga komplek Perumahan Cendana Tabing Padang kepada detikcom, Rabu (19/12/2007).
Dikatakan, akibat isu yang konon berasal dari mimpi salah seorang warga Brazil tersebut, keluarganya tidak dapat hidup tenang karena selalu dihantui kecemasan datangnya gempa dan tsunami. Apalagi, menurutnya, komplek tempat dia bermukim terletak tidak begitu jauh
dari bibir pantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
terjadinya tsunami pada 23 Desember mendatang selalu saja menjadi buah bibir warga di sekitarnya.
Menanggapi ketakutan warga tersebut, Badang Metereologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang meminta warga untuk tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak bertanggungjawab.
Observer BMG Padang Panjang, Dedi Hermanto, ketika dihubungi detikcom melalui telepon mengatakan, isu itu sama sekali tidak benar. Hal itu, karena pada prinsipnya belum ada alat yang mampu memprediksi bakal terjadi gempa dan tsunami secara detil seperti yang ditakutkan masyarakat itu.
"Lagi pula, yang harus diingat, banyak hal yang mempengaruhi terjadinya tsunami, seperti gempa yang kuat di atas 5 SR, kedalaman pusat gempa dan kondisi patahan di laut. Bila setiap ada isu masyarakat terpancing begini maka yang akan rugi justru masyarakat sendiri," tukas Dedi.
(yon/djo)











































