Isu Tsunami 23 Desember Resahkan Warga Padang

Isu Tsunami 23 Desember Resahkan Warga Padang

- detikNews
Rabu, 19 Des 2007 12:30 WIB
Padang - Isu bakal terjadinya tsunami di pesisir barat Sumatera pada 23 Desember mendatang betul-betul membuat resah warga kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Isu tsunami itu menyebar cepat di tengah-tengah masyarakat melalui fasilitas Short Mesagge Service (SMS).

"Hampir setiap hari ada saja teman yang mengirim SMS peringatan. Awalnya sih saya tanggapi biasa-biasa saja. Tapi, lama-kelamaan saya jadi takut juga," ujar Maizi Epizal (35) warga komplek Perumahan Cendana Tabing Padang kepada detikcom, Rabu (19/12/2007).

Dikatakan, akibat isu yang konon berasal dari mimpi salah seorang warga Brazil tersebut, keluarganya tidak dapat hidup tenang karena selalu dihantui kecemasan datangnya gempa dan tsunami. Apalagi, menurutnya, komplek tempat dia bermukim terletak tidak begitu jauh
dari bibir pantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada juga disampaikan Yulidar (49), warga kelurahan Lubuk Buaya Padang. Menurutnya, meski ada informasi yang mengatakan isu gempa dan tsunami itu tidak benar, dirinya tetap merasa takut dan gelisah. Menurutnya, sejak sebulan terakhir, isu bakal
terjadinya tsunami pada 23 Desember mendatang selalu saja menjadi buah bibir warga di sekitarnya.

Menanggapi ketakutan warga tersebut, Badang Metereologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang meminta warga untuk tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak bertanggungjawab.

Observer BMG Padang Panjang, Dedi Hermanto, ketika dihubungi detikcom melalui telepon mengatakan, isu itu sama sekali tidak benar. Hal itu, karena pada prinsipnya belum ada alat yang mampu memprediksi bakal terjadi gempa dan tsunami secara detil seperti yang ditakutkan masyarakat itu.

"Lagi pula, yang harus diingat, banyak hal yang mempengaruhi terjadinya tsunami, seperti gempa yang kuat di atas 5 SR, kedalaman pusat gempa dan kondisi patahan di laut. Bila setiap ada isu masyarakat terpancing begini maka yang akan rugi justru masyarakat sendiri," tukas Dedi.
(yon/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads