Aksi demo pertama berlangsung di Gedung KPK. Sekitar 50 orang dari masyarakat
Bengkalis meminta KPK untuk menindaklanjuti dugaan korupsi proyek listrik yang melibatkan Bupati Syamsul Rizal.
Meski berlangsung di trotoar jalur lambat, kemacetan tidak terhindarkan. Kepadatan kendaraan mulai terjadi di ujung jalan HR Rasuna Said dari arah Mennteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demonstrasi kedua yang lebih besar berlangsung di depan Gedung PN Tipikor yang berjarak 500 meter dari Gedung KPK.
Di sini, jumlah demonstran lebih besar lagi sekitar 200-an orang. Aksi mereka menyita sebagian jalur lambat. Sebuah kendaraan taktis lengkap dengan water cannon disiagakan polisi.
Jumlah petugas pengamanan pun lebih banyak. 50-an polisi bertameng dan memegang pentungan berdiri di gerbang pintu masuk membuat barisan pagar betis.
Kepadatan kendaraan ini berlangsung hingga Pasar Festival. Selepas Pasar Festival arus kendaraan padat merayap.
Kemacetan tak hanya di jalur Menteng menuju Mampang. Dari arah sebaliknya, kepadatan juga terjadi mulai dari pertigaan menuju Mal Ambassador, tepatnya sebelum Kedubes Malaysia.
Kepadatan berlangsung hingga Hotel Four Seasons. Di Jalur cepat kepadatan terjadi karena antrian kendaraan yang ingin memutar. Akibatnya dua lajur yang tersisa di jalur cepat terhambat.
Polisi yang kewalahan akhirnya membolehkan kendraan pribadi masuk ke jalur busway.
Hingga pukul 12.00 WIB, Rabu (19/12/2007), kemacetan masih terjadi. Hujan deras yang sempat turun sekitar 15 menit menambah ruwetnya kepadatan. Aksi demo di depan gedung KPK terhenti karena pendemo berteduh di gedung KPK.
(bal/nrl)











































