Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Soenarko Danu Ardanto usai menghadiri pelantikan Siswa Sekolah Kepolisian Negara di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/12/2007).
"Dalam kejadian itu 1 napi tewas, 1 luka berat dan 6 luka ringan. Saat ini kita sedang memeriksa 2 napi secara intensif," ujar Soenarko.
Soenarko menambahkan, bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok napi di LP Kesambi. Saat ini terus dilakukan upaya agar peristiwa tersebut tidak terulang. Salah satunya dengan melakukan penyisiran ke dalam LP.
"Tadi Kapolres Cirebon kasih tahu saya, ada usulan dari internal LP agar napi dari luar Cirebon dipindahkan ke Nusakambangan. Dan tentunya, meski mereka di dalam LP hukum tetap berjalan," ungkap Soenarko.
Kerusuhan yang terjadi kemarin itu bermula dari hubungan yang tidak harmonis napi antarblok. Napi Blok A yang berasal dari wilayah Cirebon dianggap tidak menghormati napi Blok F yang rata-rata kiriman dari DKI.
Bentrokan itu merupakan yang kedua kalinya di penghujung tahun ini. Peristiwa serupa terjadi pada 9 November lalu. Penyebabnya, napi suku Jawa dan suku Sunda saling ejek. Akibatnya, seorang di antara mereka luka parah dan beberapa lainnya luka ringan. (djo/nrl)











































