Kemenangan Pembalap di Kejurnas Drifting Seri 4 Disorot

Kemenangan Pembalap di Kejurnas Drifting Seri 4 Disorot

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 05 Okt 2026 11:51 WIB
Kemenangan Pembalap di Kejurnas Drifting Seri 4 Disorot
Foto: Passion Drift Semarang 2026 (Dok Istimewa)
Jakarta -

Hasil Kejuraan Nasional (Kejurnas) Passion Drift Round 4 di Sirkuit Mijen, Semarang, menuai sorotan. Kemenangan pembalap di kejurnas tersebut sempat dianulir setelah perayaan di podium. Dewan juri buka suara menjelaskan duduk perkara perisitwa tersebut.

Kejurnas Passion Drift Round 4 di Sirkuit Mijen digelar pada Jumat (2/10) hingga Minggu (4/10). Awalnya, pemenang dari kejuaraan tersebut ialah drifter Emmanuel Amandio dari SFN Drift Team yang menang melawan Kingston dari Akuma Drift Team.

Usai melalui pertarungan sengit, dewan juri kemudian secara terbuka mengumumkan Amandio sebagai pemenang. Namun, setelah Amandio melakukan selebrasi di podium, kemenangan tersebut dianulir. Dewan juri mengatakan kemenangan dibatalkan karena kendala teknis berupa pada perangkat komputasi penilaian yang digunakan saat pertandingan berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lead Judge Kejurnas Passion Drift Semarang 2026, Lucky Reza, buka suara terkait polemik tersebut. Dia mengatakan hasil perhitungan dewan juri menunjukkan Kingston menak telak secara poin disbanding Amandio.

ADVERTISEMENT

"Kemenangan di kelas pro di semifinal antara Amandio dan Kingston di event passion drift Mijen adalah menang telak secara poin oleh Kingston," kata Lucky saat dihubungi, Senin (5/10/2026).

Lucky menjelaskan aturan penilaian tandem yang baru di mana kategori Chase tidak boleh lebih dari Lead. Dia mengatakan di kedua balapan, Kingston mendapatkan nilai Lead yang lebih baik daripada Amandio secara signifikan.

"Amandio miss TNG 1 dan menginjak garis kuning di sektor pertama sehingga kehilangan nilai jauh. Begitu pula dengan Inner clip terakhir, Amandio secara jelas miss dan hanya mendapatkan nilai minimum. Kingston mendapatkan nilai sedikit dibawah best qualifier yaitu 90 sedangkan sayang, Amandio mendapatkan nilai 79 untuk Lead," tutur Lucky.

"Pada saat Chase, Amandio jelas jelas merajai proximity (kedekatan) dengan lawan. Dengan perbandingan poin Amandio 90 dan Kingston 85," sambungnya.

Sesuai aturan, kata Lucky, nilai Chase tidak bisa melebihi nilai Lead sehingga jika ditotal poin Amandio mendapatkan 158. Sementara untuk Kingston di Lead mendaaptkan 90 dan 85 di Chase sehingga total nilai berjumlah 175.

"Ada perbedaan cukup signifikan. Originalnya kalau peraturan lama, Amandio mendapatkan 90 + 79=169, secara telak tidak dibutuhkan One More Time (OMT) untuk menentukan pemenang," jelas Lucky.

Lucky mengatakan ketiga dewan juri telah memencet untuk Kingston di dalam table sistem. Namun nilai results yang naik ke layar saat real time terinput Amandio. Dia menegaskan hal itu sebagai murni kesalahan teknis, bukan kesalahan prosedur penilaian.

"Kesalahan murni BUG yang ada di system broadcast. Tidak lama setelah itu panitia memberikan ralat untuk hasil yang sudah ketiga juri berikan. Tidak ada esensi perubahan nilai. Hanya result yang salah input," pungkas Lucky.

Lihat juga Video: Parade Pembalap MotoGP Jelang Tanding

(ygs/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini