"Masalah kemiskinan itu kan dia (SBY) tersinggung. Itu bener nggak datanya. Dua-duanya yang disampaikan SBY maupun Wiranto kalau nggak benar artinya ngawur," kata pria yang akrab disapa Mbah Tardjo di Gedung DPR, Senayan, Jakata, Rabu (19/12/2007).
Menurut dia, lebih baik diteliti data yang diajukan Wiranto, maupun SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY saat acara puncak peringatan ke-79 Hari Ibu mengkritik iklan yang memuat data kemiskinan mencapai 49,5 persen. Menurut dia, angka rakyat miskin cuma 16,5 persen sesuai data dari BPS. (aan/sss)










































