Caranya mudah. Perhatikan tangan cekatan para pemulung yang mengambil satu
persatu koran bekas yang menjadi alas kain sajadah. Nah, dari jumlah koran bekas inilah pemulung pintar memperkirakan seberapa banyak umat Islam salat Id.
"Sekarang turun separuhnya dari salat Idul Fitri kemarin. Sehari salat
Idul Fitri bisa mencapai 30 kg koran bekas. Kalau ini baru 15 kg," kata
Asep (40), sembari memunguti koran bekas di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu (19/12/2007). Di sini, ribuan jamaah HTI baru saja kelar menunaikan salat Id.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang ini enak. Setelah salat, mereka ngumpulin koran jadi satu, digundukin. Jadi kita langsung ambil, tidak perlu repot-repot mungutin.
Tinggal ambil saja," seloroh Asep dengan logat Sunda yang kental.
Pemulung itu menjual hasilnya ke pedagang koran bekas di Tanah Abang. Perkilonya dibanderol Rp 700. Dengan dua hari salat Id (hari ini dan esok), praktis omset pemulung itu naik pula.
"Kalau saya mah senang saja. Kemarin Idul Fitri juga begini, untungnya juga dobel," ucapnya senang. (rdf/nrl)











































