Mensos Ungkap Pentingnya Registrasi Ulang Bansos di Perlinsos Digital

Mensos Ungkap Pentingnya Registrasi Ulang Bansos di Perlinsos Digital

Hana Nushratu - detikNews
Jumat, 02 Okt 2026 18:05 WIB
Kementerian Sosial
Foto: Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan registrasi ulang penerima bantuan sosial (bansos) melalui Perlinsos Digital dilakukan untuk pemutakhiran dan memverifikasi data penerima. Hal ini agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Proses ini akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, pengenalan wajah dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta integrasi data lintas kementerian dan lembaga (K/L). Masyarakat dapat mendaftar langsung melalui portal https://perlinsos.kemensos.go.id/.

"Dengan adanya registrasi ulang ini, kita akan mendapatkan data valid penerima bansos. Kita lebih mengetahui profil penerima bansos dibanding sebelum-sebelumnya," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemensos, Rabu (30/9). Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul didampingi Tenaga Ahli Mensos (TAM) Andy Kurniawan dan Agustinus Budi; serta Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin).

Menurut Gus Ipul, registrasi ulang bansos mencakup nama, alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, foto wajah, serta informasi aset. Data tersebut akan digunakan untuk membantu memverifikasi identitas dan menilai kelayakan penerima bansos.

ADVERTISEMENT

Untuk mendukung proses tersebut, Perlinsos Digital mengintegrasikan DTSEN dan data dari sejumlah instansi, antara lain Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Badan Pusat Statistik RI (BPS), Kepolisian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI (ATR/BPN), serta PLN. Data dari berbagai sumber ini akan menjadi dasar dalam proses penilaian kelayakan penerima bansos.

"Dengan data yang sudah terintegrasi ini, maka web atau layanan digital yang disajikan nanti bisa menjawab secara langsung jika ada masyarakat yang mengajukan untuk memperoleh bansos," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan masyarakat juga dapat mengajukan diri atau anggota keluarganya sebagai calon penerima bansos. Selain itu, masyarakat dapat memeriksa dan mengoreksi data jika tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Pengajuan dan perubahan data tersebut akan diproses berdasarkan sistem dan kriteria yang berlaku.

"Dulu data tertutup, sekarang sesuai arahan Bapak Presiden data dibuka. Ada diskusi, perdebatan, ada usul dan menyanggah," kata Gus Ipul.

"Jadi kita berterima kasih kepada masyarakat sudah aktif berpartisipasi menghadirkan data yang lebih akurat," sambungnya.

Untuk memperluas jangkauan dan mempercepat registrasi bansos melalui Perlinsos Digital, Gus Ipul mengajak masyarakat menjadi Agen Perlinsos untuk membantu keluarga dan tetangga terdekat. Ajakan ini diwujudkan melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, terutama untuk mendampingi warga yang belum terbiasa atau kesulitan menggunakan perangkat digital.

"Kita utamakan Agen Perlinsos pertama-tama membantu yang paling dekat, keluarga atau tetangganya. Yang dekat jangan terlewat," ujar Gus Ipul.

TAM Andy Kurniawan mengatakan perluasan akses registrasi ulang bansos melalui Perlinsos diperlukan untuk mengurangi exclusion error, yaitu kondisi ketika masyarakat yang memenuhi kriteria tidak menerima bantuan karena belum tercatat dalam data.

"Dulu kalau ada pertanyaan kenapa orang A dan B sama-sama miskin yang A dapat bansos, yang B tidak dapat bansos, jawabannya sederhana, karena yang B tidak ada di dalam data. Oleh sebab itu, dengan Perlinsos Digital ini, kita ingin meminimalisir adanya exclusion error," jelas Andy.

Menurutnya, Perlinsos Digital dirancang untuk memangkas proses administrasi, terutama karena penerima baru saat ini harus menunggu pembukaan rekening kolektif (burekol). Dengan sistem ini, ke depan penyaluran bansos diharapkan lebih cepat dan tepat sasaran. Kemensos menargetkan penyaluran bansos melalui Perlinsos Digital dapat dimulai pada awal 2027.

"Penyaluran (bansos) Perlinsos Digital nanti, masing-masing yang mengajukan bansos akan menominasikan rekeningnya. Bagi yang belum punya rekening, maka rekening akan didaftarkan berikutnya," kata Andy.

"Sehingga ketika pemerintah mendeteksi ada orang membutuhkan dan pengen cepat segera memberikan bansos, maka bisa segera disalurkan," sambungnya.

Andy menjelaskan penilaian kelayakan penerima bansos tidak hanya mengacu pada desil dalam DTSEN, tetapi juga dikonfirmasi melalui data administratif dari tujuh lembaga. Data tersebut mencakup kepemilikan kendaraan bermotor, sertifikat tanah, dan status ASN.

"Sehingga dengan Perlinsos Digital, lebih diarahkan pada bansos yang tepat sasaran dan cepat penyalurannya," pungkasnya.

Simak juga Video 'Data Bansos Bakal Dimuktahirkan Pakai AI, Dimulai 2027':

(anl/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini