Ikut KB Demi Jaga Penampilan di Depan Suami

Ikut KB Demi Jaga Penampilan di Depan Suami

- detikNews
Selasa, 18 Des 2007 23:29 WIB
Batam - Tak hanya alasan ekonomi yang mendorong orang ikut program Keluarga Berencana (KB). Menjaga penampilan demi menyenangkan suami bisa menjadi alasan.

"Saya kan juga ingin cantik. Masak hamil terus. Kapan nak merawat dirinya. Ini Batam, kalau tak pintar jaga diri, suami bisa kecantol yang lain," ujar akseptor KB Rosidah (41) saat dipasang alat kontrasepsi IUD (intra uterine device) atau spiral di ruangan Puskesmas Pembantu Perumahan Srimas, Batam Kota, Batam, Selasa (18/12/2007).

Rosidah sendiri sudah memiliki 3 anak. Dia memilih spiral dengan alasan awet, masa pakai kontrasepsinya bisa bertahan 2 tahun. Rosidah sendiri mengaku dag-dig-dug ketika petugas puskesmas memasang spiralnya.

"Ngilu rasanya. Trauma sakit waktu melahirkan itu lho," kata dia saat petugas memasukkan spiral berukuran 2 cm ke liang peranakannya.

Lain lagi dengan Siti Masruroh (31), akseptor KB yang juga perantau dari Madiun, Jawa Timur. Siti memilih alat kontrasepsi (alkon) implant atau susuk yang disisipkan di lengan kirinya, setelah sebelumnya memakai
(alkon) suntik.

"Kalau implant bisa bertahan 3 tahun. Kalau suntik kan per 3 bulan. Kalau lupa bisa bobol. Ada teman yang lupa suntik lagi setelah habis waktunya, hamil lagi," kata dia sambil menggendong anak keduanya Ima (1,5 bulan).

Alasan Siti ikut KB, lanjutnya, karena biaya hidup di Batam tergolong mahal, baik biaya hidup maupun sekolah.

Apalagi, suaminya hanya buruh bangunan yang tidak seberapa hasilnya. "Di Madiun gak ada kerjaan, cuma bisa potong kayu dekat hutan Saradan. Kalau ketahuan ditangkap polisi. Eh disini kerjaan juga susah," kata dia.

Sementara menurut petugas puskesmas Batam Kota yang melayani Pustu Perumahan Srimas Asriati, para ibu muda itu rata-rata memilih alkon suntik atau pil. "Ya mungkin ingin praktisnya saja, tinggal disuntik," kata dia.

Bagaimana dengan kekhawatiran menggunakan alkon suntik atau pil bikin tubuh melar? "Ya memang bisa. Karena suntik dan pil itu tergantung hormon. Kalau punya keturunan gampang gemuk, ya gemuk. Kalau nggak tetap kurus kok. Lebih enak spiral, langsung awet sampai 8 tahun," kata dia.

Sedangkan menurut Kepala Seksi Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi Dinas Kependudukan Kota Batam Indawaty Wakidjo, alkon yang paling banyak diminta ibu muda di Kota Batam adalah implant dan IUD. "Kalau vasektomi tak sampai 1 persen," ujar dia. (nwk/mly)


Berita Terkait