Ledakan Penduduk & Masalah Sosial Ancam Batam

Ledakan Penduduk & Masalah Sosial Ancam Batam

- detikNews
Selasa, 18 Des 2007 23:02 WIB
Batam - Siapa yang tak kenal Batam. Kota ini ibarat gadis yang sedang bersolek sejak menjadi kawasan otorita pada dekade 1970-an. Tak heran, banyak yang naksir sebagai tujuan mengadu nasib. Dengan kondisi ini, Batam terancam mengalami ledakan penduduk dan masalah sosial beberapa tahun mendatang.

"Di sini banyak kedatangan warga yang produktif, usia 20 sampai 34 tahun. Mereka akan bekerja dan menikah di sini. Pasangan usia subur (PUS) tumbuh pesat," ujar Kepala Seksi Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi Dinas Kependudukan Kota Batam Indawaty Wakidjo.

Hal itu disampaikannya di sela-sela pelayanan KB gratis di Puskesmas Pembantu Perumahan Srimas, Batam Kota, Batam, Selasa (18/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau diibaratkan piramida terbalik, lanjut Inda, usia produktif menempati urutan teratas. Maklum, kawasan industri dan perdagangan di Batam sedang bertumbuh. Tak heran, tingkat kelahiran termasuk cukup tinggi.

"Jumlah kelahiran 1.400 per bulan. Tiap hari rata-rata ada 40 kelahiran. Tingkat kematiannya rendah, sekitar 3,2 persen dari per tahun dari total penduduk. Lansianya jarang," tutur dia.

Pertambahan penduduk itu, lanjut dia, belum termasuk penduduk yang bermigrasi ke Batam. Namun, lajutnya, capaian KB di kota Batam cukup bagus.Dari sekitar 728.121 penduduk Batam, jumlah PUS mencapai 147 ribu orang.

"Akseptor KB dari PUS mencapai 63 persen, atau sekitar 92 ribu yang aktif," ujar wanita berkacamata ini.

Capaian itu, diharapkan bisa meningkat di tahun depan untuk mengatasi ledakan penduduk di Batam. "Karena tak mungkin membatasi jumlah kelahiran. Namanya juga orang punya anak. Jadi kita hanya bisa mengusahakan orang menggunakan KB." kata dia.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Batam Ma'az Ismail di Kantor Walikota Batam, Batam Center, Batam mengatakan tanda-tanda ledakan penduduk mulai terlihat. Hal tersebut tampak dari jumlah penduduk tahun 2006 yang berjumlah 638 ribu, dibanding tahun 2007 yang berjumlah 728 ribu.

"Masak dalam waktu 1 tahun saja tumbuh 100 ribu. Walaupun itu ada penduduk yang urbanisasi, tapi lebih banyak yang melahirkan. Karena penduduk usia-usia bekerja banyak yang datang ke sini," kata dia.
(nwk/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads