Sebut saja bencana gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung merapi, kemudian bencana yang diakibatkan ulah manusia seperti banjir bandang, dan kekeringan karena musnahnya hutan lindung.
"Namun dibanding Thailand, Indonesia termasuk lamban menangani bencana. Contohnya ketika tsunami 26 Desember 2004," kata I Ketut Ardhana dari Pusat Penelitian Sumber Daya Regional LIPI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thailand, lanjut dia, cepat pulih, sehingga turis asing dan domestik berdatangan kembali. Imej negeri Gajah Putih yang dilanda bencana itu kembali menjadi negara yang aman untuk berwisata.
"Ada kemampuan modal sosial yang cukup kuat. Ada kolaborasi antara sipil, militer, polisi, LSM, yayasan amal, dan sukarelawan pertahanan sipil. Ada aliran dukungan dan bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional, organisasi, dan LSM," tutur Ardhana.
Dia mencatat Indonesia diterpa berbagai bencana dan musibah seperti tsunami NAD, wabah flu burung, bom Bali, gempa bumi Yogyakarta, tsunami Pangandaran, banjir, serta sejumlah kecelakaan transportasi darat, laut, dan udara.
"Pengaruhnya cukup besar terhadap kunjungan wisatawan ke Indonesia. Seyogianya Indonesia dapat memetik pelajaran dari Thailand yang menangani bencana dengan mengambil berbagai langkah yang melibatkan koordinasi berbagai elemen dengan baik," anjurnya. (sss/ana)











































