Babat Ego Sektoral, Zulhas Jadi Dirigen Pangan di Era Prabowo

Babat Ego Sektoral, Zulhas Jadi Dirigen Pangan di Era Prabowo

Nada Herwando Kartika - detikNews
Jumat, 02 Okt 2026 19:25 WIB
Zulhas dan Yandi Susanto
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Masalah ego sektoral antarkementerian yang kerap menghambat kebijakan pangan kini resmi dibabat di era Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) hadir sebagai dirigen yang mengharmonisasi seluruh kementerian teknis agar bergerak seirama demi target swasembada pangan.

Zulhas mengungkapkan keberhasilan koordinasi antarkementerian menjadi kunci utama tereksekusinya berbagai program strategis sektor pangan.

"Menko Pangan itu tugasnya mengawal dan memastikan program ini berhasil. Itu tugas saya. Oleh karena itu banyak bottlenecking antara pemerintah daerah pusat atau antarkementerian itu. Misalnya saya ambil contoh, kenapa kita bisa cepat swasembada pangan? Kita pelajari masalahnya," kata Zulhas kepada detikcom di acara Zulhas Bikin Jelas, beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulhas mengatakan bagaimana ego sektoral di masa lalu kerap membuat kebijakan antarkementerian tidak saling menyambung. Bahkan, koordinasi antarmenteri terkait sering kali mengalami kebuntuan.

"Begitu juga pengolahan lingkungan seperti sampah dan sebagainya yang ruwet. Pernah Pak Luhut nggak pernah ketemu dengan Menteri LH waktu itu dan Menteri Kehutanan. Pak Menhan pun Pak Prabowo waktu itu dengan sulit sekali, itu juga sudah kita selesaikan," ungkap Zulhas.

ADVERTISEMENT

Lewat koordinasi yang cair dan komunikasi rutin, berbagai masalah tumpang tindih regulasi dapat diselesaikan di tingkat Kemenko Pangan tanpa perlu membebankan Presiden.

"Ada ego sektoral, ada kepentingan pusat daerah. Ini bisa kita selesaikan dengan baik. Dan Alhamdulillah, karena kita tulus dan mungkin sungguh-sungguh, dan ini kepentingan bersama, kepentingan Indonesia, kepentingan Merah Putih, ini bisa berhasil," ujarnya.

Selain itu, Zulhas menegaskan jika ada masalah antarkementerian yang sangat keras dan sulit ditemui titik temunya, barulah ia meminta Presiden untuk memimpin rapat secara langsung.

"Kalau enggak, saya minta Pak Prabowo yang mimpin rapat. Mereka biasanya mendengarkan saya. Udah berat banget, saya minta Pak Presiden," tambah Zulhas.

Sinergi yang solid ini turut diperkuat oleh kementerian teknis pendukung, seperti Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menegaskan koordinasi lintas sektor kini berjalan sangat aktif untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat desa.

"Jadi sekarang kita perbanyak, misalkan kalau daerah yang sulit air kita banyak sumur bor air bersih. Kita lakukan bantuan ke BUMDes-BUMDes. Kita lakukan untuk jalan, dan lain sebagainya. Jadi ini terus saja secara simultan," pungkas Yandri.



(prf/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini