Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila, Kini Lebih Digital

Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila, Kini Lebih Digital

Angelina Vioni - detikNews
Kamis, 01 Okt 2026 21:23 WIB
Kemenbud
Foto: Dok. Kemenbud
Jakarta -

Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Menurut Fadli, revitalisasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran museum dalam menjaga memori kolektif bangsa sekaligus menjadi pusat edukasi sejarah bagi masyarakat.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden dan Wakil Presiden bersama Fadli Zon meninjau ruang pamer museum yang menampilkan diorama rangkaian peristiwa sejarah, video dokumentasi peristiwa, serta ruang immersive.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila," ucap Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli menegaskan museum ini menjadi saksi bisu perjalanan bangsa dalam mempertahankan ideologi negara. Pembaruan pameran kini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih imersif melalui penggunaan video mapping, light wall, panel sentuh interaktif, peta digital, narasi audio, hingga multimedia.

Proses revitalisasi yang dilaksanakan sejak tahun lalu menghadirkan pembaruan signifikan pada tata pamer yang diperkaya dengan narasi dan alur cerita (storyline) lebih komprehensif. Karena itu, penyusunan lini masa (sequence) sejarah ini turut melibatkan para sejarawan secara langsung agar informasi sejarah dapat disampaikan secara utuh dan akurat.

ADVERTISEMENT

"Di kawasan yang juga menjadi lokasi situs sumur Lubang Buaya tersebut, masyarakat dapat mempelajari jejak peristiwa saat ideologi Pancasila coba digantikan dengan paham komunisme oleh PKI. Tidak hanya itu, pameran juga dilengkapi dengan sentuhan teknologi digital dan imersif guna menghadirkan pengalaman visual yang lebih modern," jelasnya.

Proses revitalisasi tidak mengubah koleksi maupun diorama autentiknya. Revitalisasi berfokus pada pembaruan metode penyajian agar peristiwa sejarah lebih mudah dicerna oleh masyarakat luas, terutama bagi generasi muda.

Sebanyak 34 diorama asli di Museum Kesaktian Pancasila tetap dipertahankan sebagai bagian utama narasi sejarah. Koleksi tersebut berdampingan dengan 15 diorama di Museum Paseban yang merangkum peristiwa penting terkait Gerakan 30 September 1965. Setelah pembenahan, ruang pamer Museum Kesaktian Pancasila kini terbagi menjadi tujuh area di lantai satu dan empat area di lantai dua.

Mengusung konsep in-situ museum, alur penelusuran dimulai dari gedung Museum Kesaktian Pancasila sebelum pengunjung diarahkan menuju sejumlah situs bersejarah di kawasan Lubang Buaya.

Di lantai dasar gedung utama, pengunjung disambut oleh instalasi relief 3D Garuda Pancasila yang mengajak mereka memahami proses lahir dan dirumuskannya Pancasila oleh para pendiri bangsa, dinamika komunisme global, hingga sejarah masuknya gerakan tersebut ke tanah air. Informasi tersebut disajikan melalui media digital interaktif yang memadukan narasi teks, visual, dan audio.

Seluruh narasi dan materi pameran disusun berdasarkan penelusuran dokumen, arsip, surat kabar, buku, serta berbagai referensi sejarah yang telah tervalidasi. Penyusunan dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Pusat Sejarah TNI sebagai upaya menyajikan informasi sejarah yang akurat sekaligus lebih komunikatif bagi masyarakat.

Fadli juga menyoroti penambahan fasilitas baru dalam revitalisasi. Fasilitas baru tersebut adalah Ruang Relik yang berlokasi di area belakang Paseban.

Ruang tersebut didedikasikan khusus untuk memamerkan barang-barang peninggalan asli para Pahlawan Revolusi, seperti berbagai baju yang dipakai oleh para jenderal, jam tangan, dan juga memorabilia lain yang ada di sana.

Peresmian revitalisasi museum ini turut menjadi momentum penyesuaian nama Museum Pengkhianatan PKI menjadi Museum Kesaktian Pancasila. Perubahan tersebut bertujuan untuk mentransformasi paradigma narasi museum dengan memberikan penekanan dan pemaknaan terhadap ketahanan, kejayaan, serta kesaktian Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa.

Perubahan paradigma ini dilakukan dengan tetap menjaga komitmen untuk tidak menghilangkan catatan sejarah yang ada, sehingga nilai-nilai edukasi dan memori kolektif bangsa tetap terjaga dengan utuh.

"Mulai hari ini, Museum Kesaktian Pancasila dengan wajah dan fasilitas barunya sudah resmi dibuka untuk kunjungan masyarakat umum. Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan kepada Panglima TNI selaku instansi yang menaungi pengelolaan museum tersebut. Kehadiran museum ini diharapkan dapat terus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa Pancasila adalah binding power atau kekuatan pemersatu, dasar negara, sekaligus falsafah hidup bangsa Indonesia," pungkasnya.

Dengan diresmikannya revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila, Kementerian Kebudayaan berkomitmen membuat museum lebih dari sekadar tempat penyimpanan artefak sejarah.

Penguatan narasi, penataan tata pamer, dan pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan mampu menjelmakan museum sebagai pusat edukasi, wahana refleksi, serta jembatan penanaman nilai kebangsaan yang tetap relevan dan bermakna bagi generasi kini dan mendatang.

Sebagai informasi, peresmian Museum Kesaktian Pancasila turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Puan Maharani beserta jajaran, Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Ahmad Muzani beserta jajaran, Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Sultan B. Najamudin beserta jajaran, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta jajaran, Kepala Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran, jajaran Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Keluarga Pahlawan Revolusi, para Duta Besar dan Konsulat negara sahabat, serta jajaran Kementerian Kebudayaan.

Lihat Video 'Prabowo Resmikan Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila':

(akn/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini