"Survei sih biar saja!" cetus Mega usai panen raya dan pencanangan program nasional PDIP di Desa Sukajadi, Cariu, Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/12/2007).
Meski survei menunjukkan posisinya hanya sebagai runner up, Mega optimistis mampu mengalahkan para pesaingnya di ajang Pilpres 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega juga tidak mau terlalu memikirkan survei mengenai pihak-pihak yang dianggap cocok bersanding dengannya sebagai cawapres.
Dalam survei Indo Barometer, Mega diyakini akan mendulang suara banyak jika bersanding dengan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin dibandingkan berpartner dengan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla.
Soal ini, Mega tetap menanggapinya dengan dingin. "Seperti yang saya bilang tadi, itu terserah surveilah, semua survei nanti jadi masukan. PDIP kan masih rakernas 2 kali," ujarnya.
Soal siapa pendampingnya, kata Mega, tergantung hasil rakernas itu. "Artinya keputusan yang bagaimana nanti akan dihasilkan di rakernas. Kita nanti di sana mendengarkan dan sampai sekarang belum ada putusan siapa yang jadi cawapres," tegasnya.
Soal kinerja SBY satu tahun terakhir, Mega menolak mengomentarinya. "Nanti itu dari FPDIP yang akan mengeluarkan, lihat saja nanti," ujar dia. (umi/sss)











































