Profil Arrmanatha Nasir, Diplomat Senior yang Kini Jadi Menlu RI

Profil Arrmanatha Nasir, Diplomat Senior yang Kini Jadi Menlu RI

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Kamis, 01 Okt 2026 15:25 WIB
Arrmanatha Nasir
Arrmanatha Nasir (Ari Saputra/detikFoto)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Ia dilantik dalam agenda perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih untuk menggantikan pendahulunya, Sugiono yang saat ini menjabat sebagai Menko PMK.

"Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo memandu sumpah jabatan yang diikuti oleh Tata, sapaan akrab Arrmanatha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum mengemban amanah sebagai Menlu, Tata telah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) sejak Oktober 2024. Pria kelahiran Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971 ini merupakan diplomat karier Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dengan rekam jejak panjang di kancah internasional.

Berikut profil lengkapnya:

ADVERTISEMENT

Riwayat Pendidikan

Menurut data rekam jejak pribadinya, seperti dilansir Antara, Arrmanatha pernah menempuh studi sarjana (bachelor's degree) bidang Ilmu Ekonomi di University of Buckingham, Inggris. Studi sarjananya itu ditempuh pada 1991-1993.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Master of Business Administration dari University of Leicester, Inggris, pada 1993-1994. Selain itu juga gelar Magister Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia pada 1997-1998.

Awal Karier dan Diplomasi

Sebelum melangkah di dunia diplomasi publik, Tata sempat berkarier di sektor perbankan sebagai Financial Institutions Officer di Bank Dagang Negara Indonesia pada kurun 1996 hingga 1997.

Kariernya di Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) diawali dengan penugasan sebagai Sekretaris Kedua dan Negosiator Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa (2001-2004).

Karier di Kementerian Luar Negeri

Berdasarkan catatan resmi Kemlu RI, yang dilansir Antara, rekam jejak Tata di Kemlu RI mencakup berbagai posisi strategis baik di dalam negeri maupun di perwakilan luar negeri:

  • 2005-2008: Menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas pada Direktorat Jenderal Multilateral Kemlu RI.
  • 2008-2012: Bertugas sebagai Konselor pada PTRI untuk PBB di New York yang menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB serta ECOSOC, sekaligus menjadi negosiator Kelompok 77 dan China.
  • 2010-2011: Dipercaya menjadi penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang untuk Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB.
  • 2014-2019: Menjabat sebagai Juru Bicara Kemlu RI yang menyampaikan keterangan resmi pemerintah mengenai isu hubungan luar negeri.
  • 2019-2021: Dilantik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Prancis, Andorra, Monako, serta Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.
  • 2021-2024: Ditunjuk sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di New York. Selama periode ini, ia juga mengemban posisi Wakil Presiden ECOSOC (2023), Wakil Tetap RI pertama untuk International Seabed Authority (ISA) di Jamaika (2023), serta Wakil Ketua Komite PBB untuk Hak-Hak Rakyat Palestina (2024).
  • Oktober 2024: Diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Luar Negeri yang menangani agenda diplomasi multilateral.
  • Oktober 2026: Resmi dilantik memimpin Kemlu RI sebagai Menteri Luar Negeri RI.

Lihat juga Video: Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri dan Wamen yang Dilantik Prabowo

(wia/zap)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini