Separuh rumah Basuki, ruang tengah dan dapur ambruk karena pondasi belakang rumah tidak mampu menahan beban.
Parahnya, ambrukan rumah dan longsoran tanah itu menimpa tiga pintu rumah kontrakan Mustofa yang berada 1 meter di bawahnya. Kontrakan itu kini hancur tertutup tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal rumah kontrakan Mustofa dihuni 7 orang jiwa. Namun salah seorang penghuni, Iwan, sudah was-was saat hujan deras mengguyur. Sebab beberapa hari terakhir, dia melihat pondasi rumah Basuki sudah retak.
"Semalam pas hujan deras, saya jaga-jaga di depan rumah. Sewaktu ada suara krek-krek tanah turun, saya langsung manggil 6 orang yang ada di dalam untuk keluar. Akhirnya kami selamat," kata Iwan.
Namun mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang berda di dalam rumah.
Basuki yang ditemui di lokasi, Selasa (18/12/2007) mengakui pondasi rumahnya rentan dan sudah waktunya diperbaiki. Namun dia masih menunggu tukang batu yang akan mengerjakan pondasi rumahnya pekan depan. Belum lagi niat itu terlaksana, longsor sudah terjadi. "Saya minta maaf kepada warga," kata Basuki.
Beruntung warga sekitar mengerti kesusahan Basuki. Mereka bergotong royong membantu korban. Pihak kecamatan pun mengirimkan bantuan makanan.
Sementara sebagian warga membantu memperbaiki pondasi rumah Basuki. Pukul 12.00 WIB, tiang-tiang bambu sudah rapi menyangga bangunan dan tanah di belakang rumahnya. (umi/nrl)











































