Demikian survei Indo Barometer seperti disampaikan Direktur Indo Barometer M Qodari di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2007).
Survei bertema sistem kepartaian menurut publik Indonesia ini digelar di 33 provinsi pada 26 November sampai 7 Desember 2007 dengan metode multistage random sampling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei menunjukkan masyarakat tidak puas dengan kinerja partai politik 54,6%, yang puas 30,1% dan yang tidak menjawab 15,3%.
"Publik Indonesia relatif kurang puas terhadap kinerja partai politik. Tingkat kepuasan hanya sebesar 30,1%. Tetapi yang tidak puas mencapai 54,6%," kata Qodari.
Dari yang tidak puas, alasan terbesar adalah partai tidak memperjuangkan aspirasi rakyat 47,5%, kerja partai tidak dirasakan oleh rakyat 28,5%, fungsi partai tidak berjalan 19,5%, alasan lainnya 2% dan tidak menjawab 2,4%.
Peran parpol yang menonjol yakni hanya memperjuangkan untuk partai sendiri 24,2%, pelayanan publik 17,2%, melakukan pendidikan politik 7,5%, merebut kekuasaan 18,5%, menyampaikan aspirasi masyarakat 12%, kaderisasi 2,6%, dan tidak tahu 18,3%.
Sebagian besar responden menyatakan parpol tidak memberikan manfaat, 54,1%, setuju 31,5%, dan tidak tahu 14,4%.
Wong Cilik
Cap parpol wong cilik masih melekat di tubuh PDIP. Sebanyak 30,5% responden menganggap PDIP masih partai wong cilik.
PDIP masih dianggap partai wong cilik 30,5%, Partai Golkar 12,9%, Partai Demokrat 4,8%, PKB 3,8%, PKS 3,1%, lainnya 6,6%, tidak ada 13,1%, dan tidak tahu 25,3%. (aan/sss)










































