Bambu itu dipukulkan Nanang (41), penjaga sekolah, ke tangan Tuber karena tidak tega melihat Rian ditusuk oleh pisau Aceh jenis badik secara membabi buta oleh guru olahraga itu.
Pisau itu dibeli Tuber pada Kamis 13 Desember dari pedagang yang menjajakannya di sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadan Ramdan, saksi mata yang juga teman sekelas Rian mengungkapkan, kejadiannya begitu cepat. "Saat kita-kita dikumpulkan untuk mengikuti perlombaan, Pak Tuber datang dan langsung mengeluarkan pisau dari balik kaos olah raganya," ungkap Dadan.
Pisau Tuber, kata dia, langsung mengarah ke leher Rian. Namun saat itu Rian langsung menangkis, sehingga pisau yang awalnya mengarah ke leher mengenai perutnya.
Aksi Tuber tidak berhenti di situ, dia kembali menusukkan pisau ke punggung dan lengan Rian kendati Rian sudah terkapar.
Tusukan baru berhenti setelah datang Nanang.Β Nanang langsung memukul tangan Tuber dengan bambu sepanjang 1,5 meter sampai pisau di tangannya terlepas.
"Saat dia menghujamkan pisau itu, kami tidak bisa apa-apa, hanya bisa lihat dari kejauhan. Waktu Rian ditusuk kita langsung bubar dan menjauh, hanya bisa teriak histeris untuk minta bantuan tukang ojek yang mangkal di depan sekolah," beber Dadan.
Rian kemudian dilarikan ke Puskesman Jampang Tengah untuk pertolongan pertama. Namun karena tidak sanggup menangani luka yang diderita murid kelas II itu, petugas merujuknya ke Rumah Sakit Syamsudin, Sukabumi.
Sementara Tuber diamankan pihak sekolah. Namun saat akan dibawa ke Polsek Jampang Tengah, warga menghujaninya dengan pukulan. Dengan kawalan ketat aparat Tuber dibawa ke RS Sekarwangi, Cibadak.
Hingga kini polisi masih melakukan olah TKP dan belum mengetahui motif penusukan. (umi/nrl)










































