Miris Pelecehan di KRL Nambo hingga Korban Syok Menangis

Miris Pelecehan di KRL Nambo hingga Korban Syok Menangis

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 01 Okt 2026 07:46 WIB
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa KRL Jabodetabek kini dipadati hingga 480 orang per gerbong dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/09/2026). Dengan total 480 orang per gerbong kereta berarti
Foto: Ilustrasi KRL Commuter (Tsaltsabillah Rahmadhani/detikfoto)
Jakarta -

Aksi pelecehan di dalam KRL Commuter kembali terjadi. Kali ini ulah bejat seorang penumpang pria melakukan pelecehan di rangkaian KRL Jakarta Kota-Nambo membuat seorang wanita syok hingga menangis.

Pelecehan tersebut terjadi pada Senin, 28 September 2026. Petugas keamanan dalam KRL mengambil tindakan dan mengamankan pria tersebut.

Pelaku mengakui telah melakukan perbuatan bejatnya itu. KAI Commuter pun tak tinggal diam dan memberikan sanksi tegas dengan mem-blacklist pelaku agar tidak menggunakan KRL kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Korban Dilecehkan hingga Menangis

Aksi pelecehan ini terekam video amatir dan beredar di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, korban tampak duduk di kursi penumpang.

Korban terdengar menangis ketakutan dan gemetaran. Penumpang lain di KRL itu langsung melabrak pelaku.

Aksi pelaku itu dilakukan di saat KRL penuh sesak. Pelaku yang memakai headset itu kemudian dilaporkan kepada petugas pengamanan.

Penumpang lain yang emosional sempat memukul pelaku. Pelaku kemudian diamankan oleh petugas.

Pelaku Diamankan Petugas Keamanan

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Petugas mulanya menerima laporan dari penumpang terkait kejadian itu.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pengamanan kereta (pam walka) bersama petugas pengamanan stasiun segera mengamankan terduga pelaku," kata Leza dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Leza mengatakan pelaku dan korban selanjutnya dibawa ke pos pengamanan di Stasiun Lenteng Agung. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya tersebut.

"Kami tidak akan mentoleransi tindakan-tindakan kriminalitas, termasuk kekerasan seksual di Commuter Line atau stasiun," tegas Leza.

Pelaku Di-blacklist

KAI Commuter mengambil tindakan tegas dengan memasukkan pelaku ke daftar hitam atau blacklist penumpang. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah hal serupa terulang.

"KAI Commuter juga menjamin keamanan pengguna Commuter Line. Dalam kaitan dengan perilaku kekerasan seksual ini, kami memastikan akan mendampingi korban sampai ke pihak yang berwajib," ungkap Leza.

KCI juga mengapresiasi penumpang yang saling membantu dan melawan kasus pelecehan seksual. Dalam video beredar, tampak penumpang perempuan melabrak pelaku dan penumpang pria juga turut melampiaskan emosi dengan memukul pelaku.

"KAI Commuter menyampaikan terima kasih kepada pengguna lainnya yang peduli terhadap pengguna lain yang menjadi korban dan segera melaporkan tindakan pelaku kepada petugas," sebutnya.

Saksikan Live DetikPagi:

Tonton juga video "Sekdishub Sukabumi Diduga Lecehkan 3 Siswa Magang"

Halaman 2 dari 2
(mea/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini