×
Ad

Polri dan ESQ Kuatkan Sistem Karier Berbasis TalentDNA dan Teknologi

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 01 Okt 2026 00:44 WIB
Foto: Pertemuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo bersama Pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian di Mabes Polri (dok istimewa)
Jakarta -

Polri mengintegrasikan TalentDNA, Assessment Center, rekam jejak, Satu Data Polri, dan Artificial Intelligence (AI) demi memperkuat sistem pembinaan karier personel. Langkah ini diarahkan untuk membangun sistem SDM yang lebih utuh, objektif, dan mampu melihat potensi sekaligus integritas personel.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo bersama Pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Integritas Jadi Fondasi Pembinaan Karier

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan integritas dalam pembinaan SDM, termasuk pada jenjang Perwira Tinggi (Pati) Polri. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan hasil Assessment Center terhadap 100 Pati Polri, dengan 96 Pati mengikuti assessment.

Proses penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis data, dengan mempertimbangkan berbagai aspek kompetensi, pengalaman, kinerja, serta rekam jejak personel. Hasil pemetaan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang bersifat menghakimi, melainkan sebagai gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan ruang pengembangan pada sejumlah kompetensi kepemimpinan.

Beberapa area yang menjadi perhatian untuk terus diperkuat antara lain integritas, komitmen terhadap organisasi, perencanaan dan pengorganisasian, pengambilan keputusan, pengelolaan perubahan, serta pengawasan. Wakapolri menegaskan hasil assessment tidak boleh dibaca secara terpisah. Gambaran seorang personel harus dilihat dari berbagai sisi, mulai dari kompetensi, kinerja, perjalanan karier, rekam jejak, pemetaan psikologi, hingga catatan integritas.

"Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya," jelas Dedi.

Menurutnya, assessment juga harus menjadi ruang feedback agar setiap pemimpin dapat memahami kekuatan yang dimiliki sekaligus area yang masih dapat dikembangkan secara berkelanjutan.




(isa/isa)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork