SBY: Kemiskinan Bukan Seperti Iklan

SBY: Kemiskinan Bukan Seperti Iklan

- detikNews
Selasa, 18 Des 2007 13:20 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengakui masih banyak rakyat miskin di Tanah Air. Tetapi ia membantah bila persentasenya  sebesar yang dikutip sebuah iklan pihak tertentu di media massa.

"Banyak berita tidak akurat di luar sana. Jujur saya akui kemiskinan masih tinggi. Tapi bukan 49,5% seperti di iklan itu," kata SBY.

Bantahan tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di upacara puncak peringatan ke-79 Hari Ibu, Selasa (18/12/2007) pagi, di Sasono Langen Budoyo, Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka 49,5% berasal dari Bank Dunia yang tidak pernah dirujuk pemerintah karena patokan penghitungannya berbeda. Selama ini pemerintah hanya merujuk hasil dari BPS yang untuk tahun ini menyebut presentase jumlah rakyat miskin sebesar 16,5%.

Presiden menjelaskan angka dari BPS itu pun cenderung turun dari tahun ke tahun. Terlebih bila dibandingkan dengan angka pada periode 1998 sampai 2004.

"Angka 16,5% itu artinya 1 dari 6 orang masih miskin. Ini lebih baik dari 1998-2004 sebesar 24% yang artinya 1 dari 4 orang masih miskin. Pada 2005 angkanya 15,9%. Lalu 2006 naik sedikit akibat krisis minyak dan 2007 turun lagi," paparnya. (lh/nrl)


Berita Terkait