"Kalau sekarang dibilang saya drop out, saya sakit hati. Sekarang saya tegaskan, saya harus agresiflah karena terus menerus disebut drop out. Tidak bisa dibayangkan bagaimana saya sakit hatinya," kata Mega.
Hal ini disampaikan Mega dalam sambutannya di acara pencanangan program nasional PDIP "Mari Sejahterakan Petani" di Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega menceritakan, sempat berdebat dengan sang ayah saat menentukan jurusan di Universitas.
"Waktu saya lulus SMA, saya debat dengan bapak saya tiga hari tiga malam sampai nangis-nangis. Pinginnya saya masuk kuliah jurusan psikologi. Tetapi bapak saya bilang, jangan urusi jiwa-jiwa orang lain, tetapi urusilah dulu rakyat yang butuh makan. Bapak minta saya menjadi insinyur, sehingga saya dianjurkan kuliah di pertanian," kata Mega.
"Waktu itu saya mikir, wah kalau masuk jurusan pertanian, nanti saya ke sawah dong. Ih entar kulit saya hitam. Tetapi bapak saya memaksa, sudahlah, ambil dulu jurusan ini. Akhirnya, saya lulus juga dan masuk jurusan pertanian di Unpad," lanjutnya.
Menurut Mega, menjadi presiden tidak harus sarjana dahulu.
"Mau menjadi presiden harus sarjana dulu, ihhh... tetapi wartawan jangan dibalik-balik loh beritanya, mentang-mentang saya bukan sarjana, nanti dianggap pembelaan saya. Founding father kita dulu banyak yang tidak sarjana," cetus dia. (aan/sss)











































