Agar tidak mencederai semangat reformasi internal, Kasad Joko santoso diminta menyelesaikan kasus ini sebelum dilantik menjadi panglima TNI.
Desakan ini diungkapkan wakil ketua komisi I DPR Yusron ihza terkait tertangkapnya 13 truk tanpa dukumen dan sejumlah oknum TNI yang diduga menjadi beking penyelundupan timah di pangkal pinang, bangka belitung Minggu (16/12/2007)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut politisi PBB ini, langkah Kapolda Babel Imam Sudjarwo dan anak buahnya yang memergoki 13 truk bermuatan timah yang dikawal TNI merupakan tindakan berani. Yusron merasa heran dengan pernyataan Dandim 0413 Letkol Kav Mindardo yang menyatakan adanya oknum TNI karena sedang melakukan opersasi yang sama.
"Langkah kapolda sudah tepat. Sayangnya kenapa ada oknum prajurit TNI di situ. Jika intel TNI punya niat baik dan mencium ada rencana penyelundupan, seharusnya mereka berkoordinasi dengan polisi. Tindakan TNI yang kepergok polisi saat mengawal truk-truk ini adalah keanehan. Apa lagi sempat membawa 9 dari 13 truk tersebut ke Kodim dan baru belakangan serahkan ke Polda Babel setelah polda berkeras," terangnya.
Yusron menambahkan modus operandi penyelundupan seperti di atas sudah sering terjadi di Babel. Jika tidak segera diatasi, dia akan mempertanyakan hal ini ke Panglima TNI untuk meminta pertanggungjawaban.
"Saling tuding menunding dan kilah bahwa TNI dan Polri berebut tangkapan adalah cerita yang tidak lucu. Pertarungan TNI dengan polisi tentu bukan hal yang layak dan akan menjadi contoh buruk di mata masyarakat. Ini harus selesai sebelum Pak Santoso dilantik menjadi panglima," pungkasnya.
(yid/ary)










































