Jana Vozabova, Mutiara Cinta Ceko-Indonesia

Laporan dari Brno

Jana Vozabova, Mutiara Cinta Ceko-Indonesia

- detikNews
Senin, 17 Des 2007 21:38 WIB
Jana Vozabova, Mutiara Cinta Ceko-Indonesia
Brno - Ceko ternyata menyimpan jejak-jejak pengaruh Indonesia. Sebagian kalangan terpelajar asli Ceko menguasai kebudayaan dan bahasa Indonesia dengan baik dan fasih.

Salah satunya adalah Jana Vozabova. Dilahirkan di Praha pada 23 Februari 1982, Jana sangat terampil menari Bali, mendalang serta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Puteri seorang arsitek, yang juga sarjana sastera Arab dan teater, ini merupakan buah investasi Indonesia melalui beasiswa Dharmasiswa, yang diberikan oleh Deplu bekerjasama dengan Diknas. Dalam hal ini Jana mendapatkannya melalui KBRI Praha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari beasiswa tersebut, Jana berkesempatan belajar pada Institut Seni Indonesia (ISI), Denpasar, Bali untuk menekuni seni drama, Tari Bali, mendalang dan tentu saja bahasa Indonesia. Sebelumnya, Jana selain menekuni sastera Arab juga merangkap belajar Teatrologi pada Filozoficka Fakulta University Karlovy (FFUK) di Praha.

Detikcom bertemu Jana di Divadlo Bolka Polvik, Brno, sekitar 200km dari ibukota Praha, Sabtu (15/12/2007).

Jana menuturkan, bahwa cukup banyak generasi muda Ceko yang meminati kebudayaan dan bahasa Indonesia. Cara paling hemat adalah dengan mendapatkan beasiswa Dharmasiswa. Dia sendiri alumnus angkatan 2004/2005. Saat ini tercatat sudah ada 70 alumni Dharmasiswa di Ceko.

Meskipun demikian, orang Ceko dari kalangan umum juga banyak yang menguasai bahasa dan kebudayaan Indonesia cukup baik. Ini antara lain berkat peran para mahasiswa Indonesia dinas luarnegeri (Mahid) di era presiden Soekarno, antara lain melalui medium perkawinan. Boleh dikatakan mereka ini termasuk para perintis pengaruh kebudayaan Indonesia, sedangkan program beasiswa Dharmasiswa menjadi penerus.

Misi Ganda

Jana menuturkan bahwa setelah mengikuti program beasiswa Dharmasiswa, dia bisa mengenal Indonesia lebih baik.

Selama belajar di Bali, dia langsung mendapat ide untuk mendirikan yayasan yang bergiat di bidang sosial, terutama demi membantu biaya sekolah anak-anak kurang mampu di Lombok. Untuk ini dia bekerjasama dengan teman-temannya yang fotografer.

Setelah kembali ke Praha, Jana menggelar pameran foto anak-anak Lombok, yang hasil penjualannya disalurkan untuk membantu biaya sekolah mereka.

Selain itu juga menyelenggarakan pagelaran tari dan mendalang di berbagai tempat di Ceko. Hasil penjualan tiket masuk dan barang-barang yang dijual disumbangkan kepada anak-anak Lombok.

Kegiatan Jana lainnya adalah mengumpulkan pakaian bekas pantas pakai untuk disumbangkan ke Lombok. "Saat ini sudah terkumpul 4 meter kubik," kata lajang bermata biru ini.

Selain aktif di bidang sosial untuk anak-anak Indonesia, Jana juga secara tidak langsung menjadi duta pariwisata Indonesia di Ceko. Tahun lalu dia berhasil membawa 16 orang Ceko untuk berlibur ke Indonesia.

"Saya ini agen ganda. Di Ceko saya membantu mengenalkan kebudayaan Indonesia dan sebaliknya di Indonesia saya membantu anak-anak yang kurang beruntung," ujarnya.

Di Ceko, Jana kini telah mendirikan Kintari Performance Group dan pernah diundang untuk tampil pentas di Bali oleh Gubernur Bali pada 2006. Saat itu dia menyajikan tarian Bali klasik dipadu dengan modifikasi modern. Sambutan audiens menurut Jana sangat luarbiasa, namun bagi lapisan tertentu sempat menimbulkan guncangan.

Mulai Januari 2007 Jana memulai membuka kelas kursus tari Bali di Praha untuk dewasa dan anak-anak. Dia juga aktif membantu KBRI Praha dalam berbagai kegiatan. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads