"Kita pernah minta data ke dinas kependudukan jumlah orang kulit hitam yang tinggal di Jakarta, tapi tidak ditanggapi," kata Direktur Narkoba Polri Brigjen Pol Indradi Thanos di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (17/12/2007).
Tak hanya itu, Dinas Pariwisata pun sebenarnya dapat juga membantu dengan memberikan nama hotel di mana para WNA asal Afrika itu tinggal. "Asal kita diberi data saja, itu akan lebih Mudah. Dan kalau kita yang bergerak sendiri susah," tambah Indradi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam 1 bulan saja kita cuma dapat kurang dari 5 Kg," imbuhnya.
Dengan adanya koordinasi antar isntansi diharapkan jaringan heroin kulit hitam pun bisa dipersempit. "Untuk 2008 kita akan gerak di 5 kota besar yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Medan," jelasnya.
Selain itu kepolisian akan melakukan koordinasi dengan pihak Kedubes Nigeria untuk memulangkan warga negara mereka yang bermasalah.
"Yang baru saja selesai melaksanakan proses hukum juga akan kita langsung deportasi, karena jangan sampai mereka membuat jaringan lagi sehingga tambah kuat," urai Indradi.
Sementara itu terkait operasi bersandi Paniki digelar 13-16 Desember polisi mendapatkan 44 orang warga kulit hitam. 2 diantaranya diketahui pernah ditangkap karena kasus heroin dan 1 orang bernama Kone Ousmane ditangkap karena memiliki paket heroin. Dia ditangkap pada 13 Desember di Apartemen di Jakarta.
"Sebagian besar mereka juga tidak punya izin tinggal," jelas Thanos.
(ndr/ary)











































