1.097 Peserta Ikuti Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kolosal di Pasuruan

1.097 Peserta Ikuti Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kolosal di Pasuruan

Rafi Ghifari - detikNews
Senin, 28 Sep 2026 18:45 WIB
1.097 Peserta Ikuti Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kolosal di Pasuruan
Foto: Pemkab Pasuruan
Jakarta -

Sebanyak 1.097 orang mengikuti ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) Kolosal Kabupaten Pasuruan. Ribuan peserta melantunkan salawat Nabi dengan diiringi pertunjukan seni hadrah dan gerakan khas ISHARI di Halaman Kantor Bupati Pasuruan.

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (25/9/2026) malam dan diikuti peserta yang mayoritas merupakan pelajar. Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori turut hadir dan melantunkan syair salawat serta mengikuti gerakan khas ISHARI bersama para peserta.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menjelaskan, Kabupaten Pasuruan dikenal luas sebagai basis dan benteng tradisi keagamaan yang kuat, salah satunya melalui seni hadrah ISHARI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ishari ini merupakan salah satu tinggalan para sepuh kita yang dibentuk oleh KH Abdul Rohim, kemudian disahkan oleh KH Wahab Hasbullah yang selanjutnya ditetapkan sebagai Bapak ISHARI," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/09/2026).

ADVERTISEMENT

Shobih juga mengapresiasi banyaknya anak-anak yang mengikuti kegiatan Lailatul Hadrah karena menunjukkan ISHARI tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan orang tua.

"Alhamdulillah, ISHARI kali ini dihadiri banyak anak-anak kecil. Sehingga tidak terkesan ISHARI hanya untuk orang tua," ujarnya.

Ia menegaskan, seni hadrah dalam ISHARI memiliki karakter yang berbeda dengan hadrah modern seperti Banjari. Perbedaan tersebut terlihat dari jenis pukulan, ketukan, hingga makna yang terkandung dalam setiap rangkaian penampilannya.

Shobih menambahkan, pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan seni hadrah ISHARI.

"Pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting agar kesenian tersebut tetap dipahami, dipraktikkan, dan memiliki ruang di tengah perubahan zaman," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman langsung terhadap seni hadrah agar generasi muda tidak hanya mengenal seni hadrah ISHARI melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence saja.

"Jangan sampai generasi penerus bangsa hanya tahu dari AI saja. Mereka harus mengenal lebih dalam dan mengetahui seni hadrah yang berkembang di Pasuruan," ujar Shobih.

Upaya mengenalkan ISHARI kepada generasi muda juga didorong melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Shobih ingin generasi penerus mengenal secara langsung sejarah, nilai, serta bentuk kesenian hadrah yang berkembang di Pasuruan, bukan hanya melalui perkembangan teknologi.

Pengenalan seni hadrah secara langsung menjadi salah satu upaya untuk menjaga pemahaman generasi muda terhadap tradisi yang berkembang di Kabupaten Pasuruan. Pengenalan melalui kegiatan sekolah maupun keterlibatan langsung dalam kesenian menjadi ruang bagi generasi penerus untuk memahami tradisi tersebut secara lebih dekat.



(anl/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini