Skandal seks kembali menerpa pasukan PBB di Haiti. Setidaknya 114 pasukan penjaga perdamaian PBB yang berasal dari Sri Lanka telah diusir dari Haiti. Gara-garanya, mereka melakukan eksploitasi seks terhadap kaum perempuan.
Skandal seks di ibukota Port au Prince mulai menjadi perhatian PBB sejak Agustus lalu. Unit Office of Internal Oversight Services milik PBB pun dikerahkan ke Haiti untuk menyelidiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara misi PBB di Haiti, David Wimhurst menegaskan, semua pelanggar kebijakan etis PBB telah dihukum dengan tegas.
"Aturannya sangat jelas dan tegas. Kebijakannya tak mengenal toleransi," katanya seperti dilansir Los Angeles Times, Senin (17/12/2007).
"Anda tak bisa berhubungan seks dengan siapapun di bawah usia 18 tahun atau dengan siapapun dengan imbalan uang, jasa, janji-janji atau makanan," tandas juru bicara PBB tersebut.
PBB mulai intens mengambil langkah-langkah untuk menghentikan pelanggaran seperti itu sejak 3 tahun lalu. Yakni ketika tersingkapnya fakta bahwa sejumlah prajurit perdamaian PBB di Kongo berhubungan intim dengan para gadis lokal dengan imbalan makanan atau sejumlah uang.
(ita/sss)











































