Pramono Panggil Kadishub DKI, Bahas Kajian Terkait Ganjil Genap dan CFD

Pramono Panggil Kadishub DKI, Bahas Kajian Terkait Ganjil Genap dan CFD

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Senin, 28 Sep 2026 11:18 WIB
Ilustrasi Kawasan Ganjil Genap di Jakarta (Grandyos Zafna/detikcom)
Ilustrasi Kawasan Ganjil Genap di Jakarta (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Budi Awaludin terkait sejumlah kebijakan transportasi. Dia mengatakan Budi akan melapor soal ganjil genap dan car free day (CFD).

"Kebetulan sore ini saya menerima Kadishub yang akan melaporkan beberapa hal, termasuk di dalamnya ganjil genap, kemudian car free day," kata Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Pramono mengatakan tidak ingin kebijakan yang bersifat seremonial. Menurut dia, kebijakan yang diputuskan harus bermanfaat bagi warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berharap apa pun yang nanti akan diputuskan, apakah itu ganjil genap ataukah car free day, itu adalah keputusan yang memberikan manfaat banyak bagi masyarakat Jakarta. Karena itu menjadi tujuan utama kita semua," ujarnya.

Pramono belum memerinci apakah akan ada perubahan terhadap aturan ganjil genap ataupun CFD. Dia menyebutkan keputusan akan dibahas lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

"Nanti saya lihat laporannya," ujarnya.

Dishub DKI Jakarta sebelumnya menyatakan telah menggelar kajian soal kebijakan ganjil genap (gage). Mereka meminta masukan masyarakat dan evaluasi setelah 10 tahun kebijakan itu dilakukan.

"FGD ganjil genap kemarin kan hanya meminta masukan masyarakat seperti apa ya, seperti itu. Dan memang perlu ada kajian lebih," kata Kadishub DKI Budi Awaludin saat di CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (27/9).

Budi mengatakan forum yang digelar membahas kaitan ganjil genap dengan sektor ekonomi hingga lingkungan hidup di Jakarta. Budi menyebutkan ada usulan yang meminta agar ganjil genap direlaksasi.

"Misalkan kalau dari apa namanya, para pelaku usaha minta direlaksasi kan, seperti itu," katanya.

Di sisi lain, Budi mendengar pendapat dari pakar bahwa usulan relaksasi dapat berimbas lebih besar untuk kemacetan sehingga, menurutnya, evaluasi mendalam harus dilakukan.

"Nah, tapi juga kalau dari sisi para pakar, ya kalau misalkan ada relaksasi pasti kan akan nambah kemacetan lagi kan. Nah, ini kan menjadi masih kita harus dikaji lebih mendalam," ucapnya.

Simak juga Video: Ramai soal GT di Jakarta Kena Ganjil-Genap, Pramono Bilang Gini

Halaman 2 dari 2
(bel/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini