Dasman Urus Korban Tabrak Lari Hingga Rumah Duka

Sopir Heroik (7)

Dasman Urus Korban Tabrak Lari Hingga Rumah Duka

- detikNews
Senin, 17 Des 2007 14:25 WIB
Dasman Urus Korban Tabrak Lari Hingga Rumah Duka
Bogor - Waktu itu jam menunjukkan pukul 07.00 WIB. Saat baru saja keluar hendak mencari nafkah dengan angkotnya di Kota Padang, Sumatera Barat, Dasman (41) menyaksikan sebuah kecelakaan.

Gubraakk!!! Sebuah mobil menghantam keras sepeda motor dari arah belakang. Kedua orang yang menaiki motor pun terpental, sementara yang menabraknya berhenti sebentar, lalu kabur tancap gas.

Dasman dan temannya yang kebetulan sedang melintas lalu menghentikan laju angkotnya dan tergerak untuk menolong. Salah satu korban dalam keadaan tidak sadarkan diri walaupun tidak terlihat keluar darah, sedangkan satunya lagi masih sadar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ambulans belum datang ke lokasi kejadian. Dasman lalu berinisiatif membawa mereka ke RS terdekat dengan angkotnya.

"Saya langsung turun, bawa korban masuk ke angkot saya. Saya lalu ambil alih kemudi dari teman saya," kisahnya kepada detikcom di sela-sela penjurian Sopir Heroik di Bogor, Jawa Barat, Kamis 13 Desember 2007. Perhelatan sopir heroik ini digelar oleh Goodyear Indonesia.

Sampai di RS, seperti biasa, bagian administrasi meminta harus ada yang menjamin. Apalagi korban yang tidak sadar ternyata kondisinya parah, sehingga harus masuk meja operasi.

Dasman bingung karena saat itu ia sedang tidak punya uang. Setelah memutar otak, ia lalu ingat punya teman yang juga bekerja sebagai sopir ambulans di RS tersebut. Akhirnya dengan sedikit diplomasi, temannya bersedia menjadi penjamin.

Namun Yang Kuasa rupanya berkehendak lain. Saat sudah berada di ruang operasi dan hendak dibedah, korban yang tidak sadarkan diri akhirnya meninggal dunia.

Meski demikian, bantuan Dasman tidak berhenti sampai di situ. Dia mengantar jenazah sampai ke rumah duka dan menolong pengurusan keperluan penggantian biaya RS.

"Dibayar oleh asuransi kecelakaan. Kita juga buat surat miskin untuk keringanan biaya," ceritanya.

Layaknya setiap manusia yang tersentuh nuraninya saat melihat penderitaan sesama, Dasman mengaku tidak berpikir macam-macam saat menolong korban kecelakaan. "Saya menolong spontan saja," katanya.

Jika terpilih menjadi Sopir Heroik, Dasman ingin menggunakan hadiahnya untuk biaya sekolah anak-anaknya. Pendapatannya yang hanya Rp 40-60 ribu per hari dirasakan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan 4 anaknya.

"Yang jelas untuk sekolah anak-anak saya. Anak saya yang paling tua SMP kelas 1," harapnya.

Namun Dasman tidak berhasil menggondol gelar jawara maupun runner up dalam penganugerahan Sopir Heroik pada Sabtu 15 Desember 2007 di Bogor.

Namun tentu saja keluarga korban yang ditolongnya mendoakan Dasman diberi kekuatan dalam mengarungi kesulitan hidup. Lalu siapa sopir heroik versi Anda? (gah/sss)



Berita Terkait