Jakarta - Para jurnalis ikut berduka atas meninggalnya lima staf Deplu dalam kecelakaan lalu lintas di Indramayu Senin (17/12/2007) subuh. Mereka pun ikut membubuhkan tanda tangannya sebagai tanda duka cita.
Tatang Santoni, salah satu korban, adalah yang paling sering berhubungan dengan wartawan. Meski terhitung masih baru di bagian infomedia, namun ia meninggalkan kesan mendalam bagi wartawan.
"Pak Tatang orangnya baik. Dia selalu membantu agar berita kita terus up-date," ujar Wella, reporter dari Voice of America (VoA), dengan terisak, di gedung Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembubuhan tanda tangan berlangsung sepanjang siang ini di ruang Palapa Gedung Deplu. Tanda tangan dibubuhkan di buku besar yang teletak tidak jauh dari sebuah karangan bunga duka berbentuk bundar di ruang itu.
(lh/nrl)