"Tentu saja, cara ini adalah jalan terakhir, apabila memang benar-benar sudah tidak ada cara yang lain," kata SBY di sela-sela melantik perwira TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Akpol Semarang, Jalan Sultan
Agung, Semarang, Senin (17/12/2007).
SBY menjelaskan, strategi dan kebijakan dasar Indonesia adalah mengutamakan pendekatan politik dan diplomasi berkenaan dengan persengketaan dengan negara lain, dan mengutamakan pendekatan hukum dan sosial, apabila berkenaan
dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang nomor satu di Indonesia itu meminta semua pihak agar tidak terlalu mudah dan cepat mengunakan kekuatan militer dalam konflik antar bangsa, dan juga menggunakan pendekatan keamanan dalam mengatasi permasalahan dalam
negeri. Karena hal itu bisa jadi kontraproduktif.
"Kita tetap harus menjadi bangsa yang tegas, tetapi sekaligus arif dan cerdas. Kita harus mampu membedakan antara tujuan dan cara untuk mencapai tujuan itu," papar dia.
SBY menyebutkan, ekonomi Indonesia telah kembali tumbuh sebagaimana terjadi sebelum krisis. Agar pertumbuhan ekonomi makin bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, maka dibutuhkan stabilitas.
Dijelaskan dia, stabilitas tersebut berbeda dengan stabilitas dalam era otoritarian dan demokrasi yang belum tumbuh, karena yang dituju adalah stabilitas yang ditandai dengan kemampuan untuk mengelola semua permasalahan.
Karena itulah, SBY meminta perwira TNI-Polri terus mengembangkan diri dan lebih profesional. Terutama dengan menguasai strategi-taktik kemiliteran, dan ilmu pengetahuan serta teknologi. (try/asy)










































