Dishub DKI Kaji Ulang Kebijakan Ganjil Genap, Ada Usulan Lebih Fleksibel

Dishub DKI Kaji Ulang Kebijakan Ganjil Genap, Ada Usulan Lebih Fleksibel

Taufiq Syarifudin - detikNews
Minggu, 27 Sep 2026 12:07 WIB
Petugas Dishub DKI Jakarta mengatur arus lalu lintas di depan pintu masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Sabtu (23/10/2021). Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan kebijakan pelat nomor polisi ganjil genap pada kendaraan roda empat di tempat wi
Foto: Petugas Dishub DKI Jakarta mengatur arus lalu lintas di depan pintu masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Sabtu (23/10/2021). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Dishub DKI Jakarta telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) soal kebijakan ganjil genap (gage). Mereka meminta masukan masyarakat dan evaluasi setelah 10 tahun kebijakan itu dilakukan.

"FGD ganjil genap kemarin kan hanya meminta masukan masyarakat seperti apa ya, seperti itu. Dan memang perlu ada kajian lebih," kata Kadishub DKI Budi Awaludin saat ditemui di CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi mengatakan, dalam FGD itu pihaknya mengupas masalah perekonomian yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup di Jakarta. Nantinya, Dishub DKI memerlukan kajian itu lebih dalam lagi sebagai bahan evaluasi.

"Kajian lebih mendalam lagi terkait ganjil genap, yang nantinya akan berkorelasi terkait masalah perekonomian, terkait juga lingkungan hidup dan juga emisi saat ini, berkorelasi juga terkait jenis kendaraan. Nah, ini banyak hal yang memang harus dikaji lebih mendalam," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Budi menyebut, beberapa masalah perekonomian itu datang dari pelaku usaha. Katanya ada yang mengusulkan aturan ganjil genap lebih fleksibel.

"Misalkan kalau dari apa namanya, para pelaku usaha minta direlaksasi kan, seperti itu," katanya.

Di sisi lain, Budi mendengar pendapat dari pakar bahwa usulan relaksasi dapat berimbas lebih besar untuk kemacetan. Sehingga menurutnya evaluasi mendalam harus dilakukan.

"Nah, tapi juga kalau dari sisi para pakar, ya kalau misalkan ada relaksasi pasti kan akan nambah kemacetan lagi kan. Nah, ini kan menjadi masih kita harus dikaji lebih mendalam," ucapnya.

(tsy/dek)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini