Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 Karang Taruna. Peringatan tersebut digelar di Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Peringatan Harlah ke-66 mengusung tema 'Bersatu, Bergerak, Berdampak' sebagai momentum mengenang sejarah sekaligus meneguhkan semangat pengabdian Karang Taruna kepada masyarakat. Kegiatan tersebut digelar hari ini dan dihadiri jajaran Pengurus Nasional Karang Taruna serta sejumlah pejabat pemerintah.
Jajaran pejabat yang hadir ialah, Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono, Ketua Harian PNKT Sabam Rajagukguk, dan Sekretaris Jenderal PNKT Abdul Malik Haramain. Turut hadir pula, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Direktur Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Andrianus Alla turut hadir dalam peringatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan Harlah ke-66 juga diikuti oleh Pengurus Provinsi Karang Taruna dari berbagai daerah melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial resmi PNKT. Ketua Umum PNKT juga menyapa langsung para pengurus provinsi dan mendengarkan laporan kerja Karang Taruna di berbagai daerah.
Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono menjelaskan pelaksanaan Harlah di SKKT Kebon Baru memiliki makna sejarah karena Karang Taruna lahir dari kepedulian dan gotong royong masyarakat.
"Karang Taruna lahir dari bawah, dari kepedulian dan gotong royong masyarakat. Karena itu, pengurus di semua tingkatan harus tetap dekat dengan akar rumput," ujar Budisatrio, dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/09/2026).
Ia juga mendorong penguatan dokumentasi sejarah Karang Taruna sekaligus memberikan apresiasi kepada para pengurus di daerah yang telah lama mengabdikan diri kepada masyarakat. "Tolong carikan para pengurus, para pemimpin Karang Taruna di daerah-daerah, di desa-desa, yang patut kita apresiasi jasa-jasanya," ujarnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga menyampaikan harapannya agar Karang Taruna dapat berkolaborasi dalam pengembangan talenta nasional. "Saya harapkan kita, Karang Taruna dan Menpora, punya program management talenta nasional arahan dari Bapak Presiden, bekerja sama untuk mencari bibit unggul pemuda-pemudi di bidang olahraga," ujar Erick.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga berharap agar Karang Taruna menjadi semakin berperan sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem kepemudaan. "Saya berharap Karang Taruna jadi mitra strategis menciptakan ekosistem pemuda yang berdaya, dengan semangat bersatu, bergerak, berdampak," ujarnya.
Sinergi ini dinilai perlu diperluas, tidak hanya dengan Kementerian Sosial, tetapi juga dengan kementerian dan lembaga lainnya.
Laporan Karang Taruna Daerah
Dalam sesi interaktif, Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah Candra menjadi salah satu pengurus yang menyampaikan laporan mengenai kerja nyata di tengah berbagai persoalan dan bencana di daerah. "Kami di Kalimantan Tengah membuka posko oksigen di dua desa yang buka 24 jam. Semua pengurus Karang Taruna kabupaten di Kalimantan Tengah berdampak," ujar Candra.
Ketua Karang Taruna Provinsi Jambi Rocky Candra juga menyampaikan keterlibatan Karang Taruna dalam membantu pemerintah dan Satgas menangani karhutla di lapangan. "Kami dari Karang Taruna Provinsi Jambi mulai bergerak membantu pemerintah dan juga Satgas di lapangan dalam bencana karhutla," ujarnya.
Ketua Karang Taruna Provinsi NTT Andre Otta juga melaporkan kondisi gempa susulan sekaligus pemanfaatan bantuan 10 tenda dari PNKT untuk fasilitas kesehatan dan kebutuhan umum. "Sampai hari ini masih terjadi gempa susulan. Bantuan 10 tenda dari PNKT sudah dijalankan untuk kebutuhan puskesmas dan kebutuhan umum," ujar Andre.
Budisatrio juga mengapresiasi laporan dari Lampung, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan yang menunjukkan Karang Taruna terus bergerak membantu masyarakat, mulai dari penanganan dampak abu vulkanik, kekeringan, kebutuhan air bersih, ISPA, hingga dampak karhutla tanpa menunggu arahan pusat. "Banyak kader-kader Karang Taruna yang kerja duluan sebelum ada dukungan, sebelum ada instruksi, sebelum ada arahan dari pusat," ujarnya.
Atas kerja sama Pengurus Nasional Karang Taruna dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, rangkaian peringatan Harlah ke-66 Karang Taruna tahun 2026 memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar SKKT Kebon Baru. Sebanyak 2.000 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat dalam kelompok desil 1 sampai desil 4, serta akses cek kesehatan gratis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian.
Penyerahan simbolis paket sembako kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Ketua Umum PNKT bersama jajaran dan para undangan menyapa warga serta meninjau langsung layanan kesehatan gratis dan kegiatan bagi masyarakat. "Budaya menyapa, budaya membantu, adalah budaya Indonesia. Kita saling mendengar dan saling membantu," ujar Budisatrio.
Budisatrio juga menegaskan, semangat pengabdian harus terus dijaga meskipun terdapat keterbatasan dalam menjalankan kegiatan organisasi. "Kita masih banyak kekurangan, keterbatasan, tapi jangan sampai semangat kita mau membantu itu patah karena kita masih banyak keterbatasan," ujarnya.
Harlah ke-66 Karang Taruna juga menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Semangat tersebut diharapkan terus terjaga melalui kolaborasi dan gerakan nyata Karang Taruna di berbagai daerah.
(prf/ega)









































