Pedagang Pasar Bandung Demo: Stop Pembangunan Hipermaket!

Pedagang Pasar Bandung Demo: Stop Pembangunan Hipermaket!

- detikNews
Senin, 17 Des 2007 12:17 WIB
Bandung - Ratusan pedagang pasar tradisional Bandung berunjuk rasa. Mereka meminta Pemkot Bandung tidak lagi mengeluarkan izin pembangunan hipermarket, mall, supermarket dan sebagainya.

Aksi itu dilakukan oleh para pedagang di depan Gedung Sate, Jl Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/12/2007). Mereka terdiri dari pria, wanita dan anak-anak. Para pedagang tiba di depan Gedung Sate sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan mobil bak terbuka dan sepeda motor.

Menurut para pedagang, sejak hadirnya pasar-pasar modern di Bandung, kehidupan mereka semakin sulit. Setiap hari penghasilan mereka terus merosot. Padahal biaya hidup semakin tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah tidak pernah berpihak kepada kami, pedagang kecil. Lihat saja izin pembangunan hipermarket terus keluar," kata Agus Qudsi, ketua Himpunan Pedagang Ujungberung Bersatu, dalam orasinya.

Para pedagang juga meminta DPRD Bandung mengawasi proyek renovasi pasar tradisional di seluruh Bandung. Sebab banyak proyek renovasi yang terindikasi korupsi.

"Para pedagang banyak yang mengeluh, setelah renovasi biaya pembelian atau sewa kios menjadi sangat mahal. Bagaimana kami bisa berdagang kalau kenyataannya seperti ini?" ungkap Agus.

Seperti aksi unjuk rasa lainnya, para pedagang ini juga mengusung berbagai macam poster. Poster-poster itu antara lain bertuliskan 'Pak Wali Mundur Waelah Lamun Teu Bisa Ngurus Pasar (Pak Walikota Mundur Saja Jika Tak Bisa Mengelola Pasar), serta 'Supermarket Menjamur Pedagang Kecil Hancur'.

Demonstrasi para pedagang ini juga dimeriahkan dengan atraksi kesenian daerah seperti kuda lumping dan pencak silat. Banyaknya pengunjuk rasa membuat arus lalu lintas di Jl Diponegoro macet total. Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke ruas jalan lainnya. (djo/nrl)


Berita Terkait