Waspadalah! Pemalak Berkedok Penjaja Koran di Terminal Kalideres

Waspadalah! Pemalak Berkedok Penjaja Koran di Terminal Kalideres

- detikNews
Senin, 17 Des 2007 12:11 WIB
Jakarta - Siang itu Patas AC jurusan Kalideres-Depok lengang. Ardi, salah satu mahasiswa di sebuah kampus di Depok sengaja mengambil tempat duduk di barisan paling belakang bus Mayasari Bakti itu.

Dia memang terbiasa duduk di belakang karena dirasa lebih nyaman. Namun, kenyamanan itu berubah menjadi petaka saat seorang penjaja koran naik ke dalam bus itu.

"Saya diminta membeli koran, yang di dalam lempitannya berisi majalah porno. Karena saat itu dia membawa sebilah pisau, ya terpaksa saya harus mengeluarkan uang Rp 20 ribu," cerita Aldi, kepada detikcom, Senin (17/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aldi tak mampu berbuat apa-apa karena pedagang koran yang mendesaknya itu ada 2 orang. Selain itu, majalah porno yang dijanjikan itu pun tak sepenuhnya benar. "Hanya gambar di covernya saja yang serem (porno). Tapi isi buku itu ternyata teka-teki silang," ungkap Aldi.

Kenyataan pahit yang dialami Aldi, hanya sebagian kecil saja tindak kriminal yang dilakukan para pemalak. Mereka berkedok sebagai penjaja koran ataupun pengamen.

Jika meminta uang, para pengamen ini tak segan-segan memaksa dengan menunjukkan senjata tajam yang mereka bawa.

Kisah pahit di Terminal Kalideres ini tidak hanya dialami Aldi. Indra, warga Kalideres juga sering merasakannya saat naik Patas AC P-18 atau P-69. "Tapi semenjak ada busway, saya tidak lagi naik bus itu. Sebab setiap hari pasti ada saja yang kena palak," ujarnya. (mar/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini