Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) bersama sejumlah mitra menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp1,7 miliar kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut disalurkan ke Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Manggarai Timur.
Secara keseluruhan, bantuan yang dihimpun melalui program Sahabat Pangan Peduli NTT mencapai sekitar Rp1,7 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas Rp990 juta dalam bentuk tunai dan sekitar Rp710 juta berupa barang.
Di Kabupaten Ngada, Kemenko Pangan menyalurkan bantuan Rp500 juta kepada pemerintah daerah. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk sejumlah rumah ibadah, yakni Rp50 juta untuk Gereja Paroki Soa serta masing-masing Rp25 juta untuk Masjid Maubawa dan Masjid Aimere.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenko Pangan juga menyalurkan bantuan sebesar Rp240 juta kepada keluarga besar Kemenko Pangan yang terdampak bencana. Bantuan paket sembako senilai Rp50 juta juga dibagikan kepada masyarakat di Desa Turamuri dan warga di sekitar Gereja Paroki Soa, Kabupaten Ngada.
Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemenko Pangan dan seluruh mitra kepada masyarakat terdampak.
"Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan dari Kemenko Pangan dan seluruh mitra. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana," ungkap Bernadinus.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima penyaluran bantuan di Kabupaten Ngada. Bantuan diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Bara Krisnha Hasibuan bersama Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Prayudi Syamsuri, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Ngada, tim Kemenko Pangan bersama Pemerintah Kabupaten Ngada juga meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk Gereja Salib Suci Soa dan Desa Turamuri. Bantuan sembako juga disalurkan secara langsung kepada masyarakat.
Uskup Agung Ende Mgr. Budi Kleden turut mengapresiasi seluruh pihak yang memberikan dukungan kepada masyarakat NTT.
"Sebagai umat beriman dan orang berbudaya, kami berusaha untuk bangkit, tidak tenggelam dalam musibah. Kebangkitan itu tidak terlepas dari dukungan para donatur, termasuk Kemenko Pangan," ungkap Mgr. Budi.
Salurkan Bantuan ke Kabupaten Nagekeo hingga Ende
Dalam rangkaian penyaluran bantuan pada Kamis (24/9), Kemenko Pangan menyalurkan bantuan tunai dan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, dan Ende.
Bantuan sebesar Rp 50 juta disalurkan kepada Paroki Gako di Kabupaten Nagekeo dan Rp50 juta kepada Paroki Ropa di Kabupaten Ende untuk membantu pemulihan rumah ibadah yang terdampak gempa.
Sementara untuk bantuan tunai, dukungan antara lain diberikan oleh Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan para anggotanya sebesar Rp 1,2 miliar, GAPMMI sebesar Rp 100 juta, Sinar Mas sebesar Rp 100 juta, P3JI sebesar Rp50 juta, ASKINDO sebesar Rp 30 juta, KSO Sucofindo-Surveyor Indonesia sebesar Rp 10 juta, serta pegawai Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Kemudian dalam bentuk barang, dukungan diterima dari Cargill Indonesia sebesar Rp565 juta, ID FOOD sebesar Rp100 juta, Heinz ABC Indonesia sebesar Rp20 juta, Frisian Flag Indonesia sebesar Rp16 juta, dan Mayora sebesar Rp9 juta, dengan total nilai bantuan barang sekitar Rp710 juta.
Kemenko Pangan juga memperoleh dukungan dari PT Pos Indonesia dalam mendukung rangkaian distribusi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Dukungan sejumlah mitra tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, dunia usaha, asosiasi, BUMN, dan pegawai Kemenko Pangan dalam membantu masyarakat NTT.
Sebelumnya, sekitar Rp 565 juta yang merupakan bantuan Cargill Indonesia telah lebih dahulu disalurkan pada minggu kedua September 2026 di Kabupaten Ende, Sikka, dan Manggarai Timur. Bantuan tersebut menjangkau 1.908 keluarga di sembilan desa dalam bentuk paket kebutuhan pokok dan kebutuhan dasar.
"Kami di Kemenko Pangan terpanggil untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Melalui Sahabat Pangan Peduli NTT, kami mengajak dunia usaha, asosiasi, BUMN, dan seluruh keluarga besar Kemenko Pangan untuk bergotong royong membantu masyarakat agar dapat segera bangkit dan pulih," pungkas Bara.










































