Kepala SMP di Malang Dicopot Buntut Tempeleng Siswa

Kepala SMP di Malang Dicopot Buntut Tempeleng Siswa

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 13:30 WIB
Aksi demo pelajar SMPN 18 Kota Malang
Aksi demo pelajar SMPN 18 Kota Malang. (Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Massa pelajar SMP Negeri 18 Kota Malang menggelar demonstrasi di halaman sekolah setelah salah satu rekannya diduga ditempeleng oleh kepala sekolah (kepsek). Kepsek tersebut kini dicopot.

Para pelajar berkumpul di halaman sekolah sambil menyuarakan penolakan terhadap aksi kekerasan di lingkungan pendidikan, Jumat (25/9/2026), pagi. Suasana semakin riuh saat para pelajar menuntut transparansi dan pertanggungjawaban dari pimpinan sekolah tersebut.

Aksi solidaritas ini pecah setelah kabar mengenai dugaan kekerasan terhadap seorang pelajar berinisial W menyebar di kalangan siswa dan wali murid. Korban diduga ditampar pelaku gegara masalah sepele terkait kelengkapan atribut pakaian sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan memuncak saat para orang tua meminta klarifikasi langsung kepada pihak sekolah. Alih-alih mendapatkan permohonan maaf yang tulus, sikap kepala sekolah justru bersikap arogan.

ADVERTISEMENT

Salah satu wali murid berinisial W menyampaikan dugaan kekerasan dilakukan oknum kepala sekolah dialami pelajar berinisial W. Saat itu, W tak mengenakan baju lurik sekolah lantaran sedang diperbaiki karena sobek.

"Kemarin itu kejadiannya pagi, jam 07.00 WIB. Karena tidak pakai baju lurik. Karena sobek dan masih dijahit. Terus ditempeleng tiga kali, dicubit di bagian perut dan dijewer," kata wali murid kepada wartawan di lokasi, Jumat siang, seperti dilansir detikJatim.

Dugaan kekerasan itu membuat korban trauma. Tak berhenti di situ, oknum kepala sekolah juga disebut-sebut melontarkan ucapan bernada merendahkan siswanya.

Kepsek Dicopot

Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial AH yang menampar siswa itu kini dicopot oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Langkah ini diputuskan setelah Pj Sekda Kota Malang Dandung Djulharjanto bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana mendatangi sekolah dan berdialog langsung dengan siswa dan wali murid.

"Tadi disampaikan oleh Pak Kadis Pendidikan bahwa hari ini juga, kepala sekolah yang diindikasikan melakukan pelanggaran tersebut dilakukan pemberhentian," ungkap Dandung kepada wartawan di SMP Negeri 18 Kota Malang, Jumat (25/9/2026).

Menurut Dandung, dari hasil komunikasi langsung dengan wali murid dan siswa, diketahui bahwa dugaan kekerasan dilakukan oknum kepala sekolah berinisial AH dilakukan karena korban tak mengenakan baju lurik di jam pelajaran hari kemarin.

Jadi, kalau laporannya, tidak memakai seragam yang ditentukan khususnya, karena hari Kamis itu kan pakai baju lurik ya. Jadi tidak memakai seperti itu. Kemudian kepala sekolah melakukan hal yang tidak patut. Intimidasi," tuturnya.

Dandung menyebut pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pendampingan terhadap siswa yang diduga menjadi korban.

Baca selengkapnya di sini dan di sini

Lihat Video 'Kepsek SMPN 18 Malang Didemo Ratusan Siswa gegara Aksi Penamparan':

Halaman 2 dari 2
(idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini